Berita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Net

Politik

Anies: Kalau Ada Masalah Ya Dikoreksi, Bukan Diviralkan

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 | 14:55 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kelemehan sistem e-budgeting dalam penyusunan APBD DKI Jakarta harusnya dikoreksi, bukan diviralkan. Hal ini diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Kami mengetahui kelemahan sistem e-budgeting ini sejak tahun lalu. Kalau ada masalah, ya dikoreksi, diperbaiki, bukan diviralkan. Insya Allah nanti segera beres," tegas Anies di Jakarta, Minggu (3/11).

Anies menambahkan, saat ini pihak DKI telah menyiapkan sistem e-budgeting lebih pintar dari sistem pendahulunya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Anies mengklaim, sistem terbarunya mampu mengecek detail anggaran hingga komponen yang tidak perlu dicek secara manual oleh manusia.


Sistem itu, lanjut Anies, akan digunkana pada Januari 2020. Sistem itu nantinya dapat membuktikan penyusunan APBD DKI secara transparan.

"Di dalam organisasi. Ada yang rajin, ada yang kurang rajin, ada yang tidak rajin. Ada yang jujur, ada yang kurang jujur, ada yang tidak jujur. Sistem yang dibuat itu harus berfungsi menaklukkan semua itu," paparnya.

Lebih lanjut Anies mengatakan, sistem e-budgeting lama memiliki banyak celah penyelewengan.

"Karena seperti sekarang, kalau ada penyimpangan seperti anggaran yang lucu-lucu itu, tidak bisa dibedakan, ini adalah (akibat) kemalasan, ini adalah keteledoran, atau ini adalah titipan. Tidak bisa dibedakan itu. Kenapa? Ya karena sistemnya bebas gitu," tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya