Berita

Hanafi Rais/Net

Politik

PAN Curiga Larangan Celana Cingkrang Dan Cadar Untuk Tutupi Kemerosotan Ekonomi

SABTU, 02 NOVEMBER 2019 | 00:04 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Partai Amanat Nasional (PAN) curiga kajian pelarangan penggunaan celana cingkrang dan cadar di instansi pemerintah untuk menutupi satu isu besar.

Wakil Ketua Umum PAN, Hanafi Rais menyebut, Menag mengaitkan radikalisme dan agama bisa saja untuk menutupi kondisi ekonomi Indonesia yang tengah terpuruk.

“Kita jadi khawatir jangan-jangan karena ekonomi kita ini kondisinya makin sulit ya atau minimal stagnan tidak maju-maju. Pertumbuhan ekonomi juga ternyata meleset dari yang pernah dijanjikan oleh presiden ketika kampanye dulu itu," ujar Hanafi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (1/11).


"Itu kemudian ditutup, dikubur dengan isu radikalisme yang membuat bangsa kita ini malah justru semakin berpecah belah,” imbuhnya menambahkan.

Hanafi menyatakan, dengan larangan Menag itu justru akan memperlebar definisi radikalisme. Juga menyinggung sebagian yang memakai celana cingkrang dan cadar tapi cinta Indonesia.

"Harus diakui isu radikalisme agama yang dimunculkan oleh Menag melalui soal berpakaian, soal berpenampilan itu terus terang juga harus diakui ditembakin juga kepada sebagian umat Islam," jelasnya.

Sebagai Menag, kata Hanafi, Fachrul Razi harusnya menjaga nilai kerukunan umat. Bukan malah jualan isu radikalisme dengan mengaitkan pada Islam.

"Itu isu yang tidak produktif untuk kemajuan masyarakat untuk kepentingan Indonesia maju," tukasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya