Berita

ISIS/Net

Dunia

Baghdadi Tewas, ISIS Tunjuk Pemimpin Baru

JUMAT, 01 NOVEMBER 2019 | 00:25 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok militan ISIS akhirnya buka suara soal kematian pemimpinnya, Abu Bakar al-Baghdadi dalam operasi militer Amerika Serikat di Suriah pekan lalu.

Pada Kamis (31/10), dalam pesan audio yang dibacakan oleh jurubicara ISIS, Abu Hamza al-Quraishi, seperti dikabarkan Channel News Asia, kelompok tersebut mengkonfirmasi kematian Baghdadi.

"Kami berduka untuk Anda (Baghdadi)," bunyi pernyataan tersebut.


Meski begitu, mereka mengingatkan bahwa ISIS tidak mati. Kelompok tersebut telah menunjuk pemimpin baru pengganti Baghadadi. Orang tersebut diidentifikasi sebagai Abu Ibrahim al-Hashemi al-Quraishi. Belum jelas siapa sosok penerus Baghdadi itu.

Seorang peneliti di Swansea University yang berfokus pada ISIS, Aymenn al-Tamimi, mengatakan bahwa nama itu tidak pernah diketahui sebelumnya. Namun bisa jadi, dia merupakan nama alias dari tokoh top bernama Haji Abdullah. Dia telah diidentifikasi oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat sebagai kemungkinan pengganti Baghdadi.

"Bisa jadi seseorang yang kita kenal, yang mungkin baru saja mengasumsikan nama baru ini," kata Tamimi.

ISIS sendiri diketahui pada masa kejayaannya berhasil menguasai petak-petak wilayah Irak dan Suriah antara tahun 2014 hingga 2017. Kelompok itu melakukan kekejaman yang membuat takut banyak pihak.

Namun kejayaannya runtuh sejak beberapa tahun terakhir. Puncaknya adalah ketika pasukan Amerika Serikat berhasil memburu Baghdadi dalam sebuah operasi militer pekan lalu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pengumuman awal pekan ini mengatakan bahwa Baghdadi telah tewas dalam serangan malam hari oleh pasukan khusus di Suriah barat laut. Dia mengatakan bahwa Baghdadi terpojok di sebuah terowongan dan kemudian meledakkan rompi bunuh diri yang dikenakannya.

Setelah dilakukan identifikasi dan dipastikan bahwa dia benar adalah Baghdadi, jasadnya pun dibuang ke laut, namun lokasinya dirahasiakan.
"Dia meninggal setelah berlari ke jalan buntu, merintih dan menangis dan menjerit sepanjang jalan," kata Trump.

Trump mengatakan bahwa serangan itu melibatkan delapan helikopter serta merupakan hasil kerjasama dengan Rusia, Suriah, Turki dan Irak.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Wall Street Menguat Ditopang Kebangkitan Saham Teknologi

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11

Pemerintah Pastikan Beras Nasional Pasok Kebutuhan Jamaah Haji 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:07

KPK Akan Panggil Lasarus dan Belasan Anggota Komisi V DPR Terkait Kasus Suap DJKA

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:49

Harga Emas Dunia Melejit, Investor Antisipasi Kebijakan The Fed 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:36

Menhaj Luncurkan Program Beras Haji Nusantara

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:18

Raja Charles Siap Dukung Penyelidikan Polisi soal Hubungan Andrew dan Epstein

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:15

Prabowo Paham Cara Menangani Kritik

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:09

Saham UniCredit Melejit, Bursa Eropa Rebound ke Level Tertinggi

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:00

Suara Sumbang Ormas

Selasa, 10 Februari 2026 | 06:57

Dirut BPR Bank Salatiga Tersangka Korupsi Kredit Fiktif

Selasa, 10 Februari 2026 | 06:40

Selengkapnya