Berita

Industri ikan Indonesia/Net

Bisnis

Wujudkan Ekonomi Terbesar Ke-4 Dunia, Indonesia Genjot Diplomasi Ekonomi

RABU, 30 OKTOBER 2019 | 09:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Indonesia diprediksi akan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2030 nanti. Keyakinan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi saat memaparkan prioritas kerja politik luar negeri Indonesia lima tahun ke depan, Selasa (29/10).

"Itu prediksi banyak pihak berdasarkan purchasing power parity. Kondisi obyektif ini harus dikapitalisasi, tidak saja untuk kepentingan Indonesia, namun menjalin kerja sama saling menguntungkan dengan negara di dunia," kata Menteri Retno di Kantor Kemlu, Selasa (29/10).

Banyak hal yang harus disiapkan Indonesia, termasuk Kemenlu yang akan ikut serta mencapai visi tersebut dengan penguatan diplomasi ekonomi.


Disampaikan Retno, ada beberapa langkah strategis diplomasi ekonomi Indonesia ke depan. Pertama adalah kapitalisasi penguatan pasar domestik.

Menurutnya, populasi yang mencapai lebih dari 260 juta jiwa sangat menguntungkan Indonesia.

"Ini harus kita jadikan leverage atau daya tawar kita untuk menjalin kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan di tingkat bilateral maupun regional," sambungnya.

Setelah memperkuat pasar domestik, diplomasi dilakukan untuk memperkuat pasar tradisional dan menembus pasar non-tradisional. Sebelumnya, Indonesia telah melakukan ekspansi ke pasar Afrika melalui Indonesia-Africa Forum dan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue.

Hal yang sama juga akan dilakukan dengan kawasan non-tradisional lainnya seperti Amerika Latin, Asia Selatan dan Tengah, Timur Tengah, serta Pasifik.

Jika jaringan pasar Indonesia sudah luas, Indonesia akan mulai memperkuat perundingan perdagangan dan investasi, terutama dalam berbagai bentuk seperti CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement), FTA  (Free Trade Agreement), dan PTA (Preferential Trade Agreement) yang saling menguntungkan.

Langkah selanjutnya, diplomasi akan dilakukan sebagai upaya untuk mengintegrasikan perdagangan dan investasi. Hal ini dilakukan karena sudah waktunya bagi Indonesia untuk mengembangkan kebijakan outbond investment ke luar negeri.

Guna mengimplementasikan kebijakan ini, Indonesia akan mendorong berbagai produk unggulan berorientasi ekspor serta mendukung pembiayaan proyek infrastruktur dan industri strategis di luar negeri. Contohnya dengan mempromosikan diri sebagai pelopor industri halal dalam gelaran Halal Summit pada 2020.

Diplomasi juga akan dioptimalkan untuk menjaga kepentingan strategis ekonomi Indonesia, khususnya kelapa sawit. Indonesia akan tegas menolak segala tindakan diskriminatif terhadap kelapa sawit yang sudah memenuhi kriteria SDGs.

Langkah terakhir, mengikuti perkembangan zaman, diplomasi dikhususkan untuk mendorong ekonomi 4.0 yang meliputi industri digital, ekonomi kreatif, dan pengembangan sumber daya manusia. Langkah ini dilakukan agar masyarakat menengah ke bawah dapat merambah pasar global.

"Kebijakan mendorong ekonomi 4.0 ini diperlukan baik untuk meningkatkan produktifitas berbagai industri di Indonesia, maupun untuk membuka akses yang makin besar bagi kelompok menengah bawah ke pasar internasional, financial inclusion dan ekonomi kreatif," tandasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya