Berita

ISIS/Net

Dunia

Trump: Penerus Utama Kepemimpinan ISIS Juga Tewas Dalam Operasi Militer AS

RABU, 30 OKTOBER 2019 | 06:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Operasi militer khusus yang dilancarkan pasukan Amerika Serikat di Suriah pekan kemarin bukan hanya berhasil membunuh orang nomor satu kelompok militan ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, melainkan juga penerus utamanya

"Baru saja mengkonfirmasi bahwa pengganti nomor satu Abu Bakar al-Baghdadi telah dihentikan oleh pasukan Amerika. Kemungkinan besar (dia) akan mengambil tempat teratas (dalam kepemimpinan ISIS). Sekarang dia juga sudah mati," kata Trump dalam cuitannya di Twitter (Selasa, 29/10).

Meski begitu, Trump tidak merilis nama atau identitas penerus yang dimaksud. Dia juga tidak memberikan detil lebih lanjut soal bagaimana dia terbunuh.


Dikebarkan Al Jazeera, sebelumnya secara terpisah pada hari Senin (28/10), Amerika Serikat mengkonfirmasi kematian Abu al-Hassan al-Muhajir. Dia adalah juru bicara ISIS dan seorang tokoh berpangkat tinggi dalam kelompok itu. Tidak jelas apakah orang yang dimaksud Trump sebagai pengganti adalah dia atau orang lain yang belum dideteksi.

Diketahui bahwa di bawah komando Baghdadi, ISIS tumbuh menjadi salah satu kelompok bersenjata paling brutal dalam sejarah modern dan, pada puncaknya, kekhalifahan yang dideklarasikan sendiri mencakup wilayah di seluruh Irak dan Suriah yang pernah mencapai ukuran kira-kira setara dengan ukuran negara Inggris.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya