Berita

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi/Net

Dunia

Klaim SDF, Operasi Militer AS Bermula Dari Pencurian Celana Dalam Pemimpin ISIS

SELASA, 29 OKTOBER 2019 | 06:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok Kurdi yang teegabung dalam Pasukan Demokrat Suriah (SDF) mengklaim bahwa mereka memiliki peran kunci dalam melacak keberadaan pemimpin kelompok militn ISIS Abu Bakar al-Baghdadi.

Mereka mengklaim berhasil menempatkan mata-mata di lingkaran dalam Baghdadi.

Mata-mata tersebut kemudian mencuri sepasang celana dalam Baghdadi untuk membuktikan identitasnya dan kemudian membantu membimbing tentara Amerika Serikat ke tempat persembunyiannya di Suriah.


"Sejak 15 Mei, kami telah bekerja sama dengan CIA untuk melacak Al Baghdadi dan mengawasinya dengan cermat," kata Polat Can, seorang pejabat senior SDF di Twitter.

“Salah satu sumber kami dapat mencapai rumah tempat Al Baghdadi bersembunyi. Al Baghdadi sering berganti tempat tinggal. Dia akan pindah ke tempat baru di Jerablus (di perbatasan dengan Turki)," sambungnya.

"Sumber kami sendiri, yang mampu mencapai Al Baghdadi, membawa pakaian dalam Al Baghdadi untuk melakukan tes DNA dan memastikan (100 persen) bahwa orang yang dimaksud adalah Al Baghdadi sendiri," tambahnya.

Klaim ini dibuat selang seharu setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkonfirmasi kematian Baghdadi dalam operasi militer Amerika Serikat di Suriah.

Dalam pengumuman itu, Trump mengklaim kredit atas keberhasilan operasi itu. Namun dia mengecilkan peran SDF dalam penguman itu.

Sementara SDF, kata Can, kesulitan dalam melakukan operasi mata-mata. Penarikan pasukan Amerika Serikat dari Suriah menyebabkan penundaan operasi.

"Lebih dari sebulan yang lalu, keputusan dibuat untuk menghilangkan Al Baghdadi. Namun, penarikan Amerika Serikat dan invasi Turki mendorong kami untuk menghentikan operasi khusus kami, termasuk mengejar Al Baghdadi. Invasi Turki menyebabkan penundaan operasi," kata Can.

"Sumber intelijen kami terlibat dalam mengirimkan koordinat, mengarahkan airdrop, berpartisipasi dalam dan membuat operasi sukses hingga menit terakhir," tambahnya seperti dimuat The Guardian.

Baghdadi sendiri diketahui meninggal dunia setelah meledakkan diri di dalam terowongan setelah terpojok oleh pasukan Amerika Serikat. Dalam aksi tersebut, tiga orang anak Baghdadi jug meninggal dunia.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya