Berita

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi/Net

Dunia

Trump Pastikan Pemimpin ISIS Tewas Dalam Serangan Militer AS, Begini Kronologinya

SENIN, 28 OKTOBER 2019 | 06:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memastikan bahwa pemimpin kelompok militan ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, telah terbunuh dalam sebuah operasi penyerangan yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat.

Dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi Amerika Serikat dari Gedung Putih pada Minggu (27/10) waktu setempat, Trump mengatakan bahwa pasukan Amerika Serikat berhasil membunuh sejumlah besar pasukan ISIS selama serangan itu. Salah satu di antaranya adalah Baghdadi.

Kata Trump, dia meninggal dunia setelah terpojok di sebuah terowongan, dan kemudian meledakkan bom bunuh diri.


"Dia meninggal setelah berlari ke jalan buntu, merintih dan menangis dan menjerit sepanjang jalan," kata Trump dalam pidatonya.

Dia menambahkan bahwa tiga anak Baghdadi juga tewas dalam ledakan itu.

Trump menjelaskan bahwa serangan itu melibatkan delapan helikopter yang terbang lebih dari satu jam dari pangkalan yang dirahasiakan. Serangan itu juga dilakukan dengan kerjasama dari Rusia, Suriah, Turki dan Irak.

Trump juga berterima kasih kepada kelompok Kurdi Suriah atas dukungan tertentu yang diberikan kepada Amerika Serikat.

"(Pasukan khusus) mengeksekusi serangan malam yang berbahaya dan berani di barat laut Suriah dan menyelesaikan misi mereka dengan gaya megah," ujar Trump seperti dimuat Channel News Asia.

Sementara itu, penasihat keamanan nasional Trump, Robert O'Brien, menggambarkan pesan dramatis yang diterima presiden dan penasihatnya saat mereka memantau serangan dari Ruang Situasi Gedung Putih.

"Komandan misi menelepon dan berkata, 'kepercayaan 100 persen, Jackpot', yang berarti Baghdadi sudah mati," jelasnya.

Kematian Baghdadi memberikan dorongan politis yang besar bagi Trump ketika dia menghadapi penyelidikan pemakzulan dan setelah keputusannya yang tiba-tiba untuk menarik pasukan Amerika Serikar dari Suriah yang menimbulkan kekhawatiran bahwa hal itu akan memicu kembalinya ISIS.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya