Berita

Tito setelah dilantik Mendagri langsung berkunjung ke Manokwari, Papua Barat/Net

Politik

Kebijakan Tito Tangani Papua Sudah Tepat, Dari Pendekatan Keamanan Beralih Ke Kesejahteraan

MINGGU, 27 OKTOBER 2019 | 17:29 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Muhamad Tito Karnavian setelah beberapa hari dilantik terus bekerja cepat. Bahkan Tito juga sedang fokus memelototi pengalokasian anggaran otonomi khusus Papua Sebesar Rp 8,36 triliun. Tujuannya untuk memastikan apakah pengucuran dana pusat itu tepat sasaran dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.

"Publik memberi apresiasi kepada Mendagri. Kinerja cepat Tito Karnavian banyak dipuji  masyarakat," ungkap Ketua Public Policy Centre (Pupolicy Centre) Edi Hasibuan, Jakarta, Minggu (27/10).

Edi menilai perhatian pemerintah terhadap Papua selama ini  begitu besar dan sangat bisa membuat rakyat Papua sejahtera. Menurut mantan anggota Kompolnas ini  dengan pengawasan yang baik diharapkan  penggunaan dana otonomi khusus  Papua semakin baik dan  masyrakat setempat  semakin sejahtera.  


Dosen  Hukum Administrasi Negara Universitas Bhayangkara Jakarta berpendapat, dalam penyelesaian Papua dibutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak khususnya kementerian dalam negeri. Jika selama ini fokus pada  pendekatan keamanan, sekarang diubah mengedepankan pendekatan kesejahteraan masyarakat.

"Kami menilai, kebijakan ini akan lebih diterima masyrakat karena mendapatkan langsung manfaatnya. Kami melihat, ini pemikiran yang hebat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat papua,"  tambah Direktur Eksekutif Lemkapi ini.

Tito sendiri berjanji tidak segan-segan memproses kepala daerah  bila ada yang  terbukti melakukan penyimpangan. Menurut doktor hukum ini, kehadiran Mendagri  ke Papua dan daerah lainnya ke depan sangat tepat.

Presiden Jokowi sendiri sudah memerintahkan menteri agar  memastikan  apakah berbagai program yang  sudah dilaksanakan pemerintah sudah tepat sasaran dan manfaatnya dirasakan masyrakat setempat.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya