Berita

Foto: Ist

Politik

Diingatkan, Kegagalan 4 Menteri Milenial Akan Dijustifikasi Sebagai Kegagalan Anak Muda

SABTU, 26 OKTOBER 2019 | 13:42 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Beberapa menteri dan pejabat setingkat menteri dari kaum milenial dalam Kabinet Indonesia Maju diharapkan mampu memberi gebrakan baru.

Mereka dituntut agar bisa membuktikan kepada publik bahwa milenial bisa diandalkan dan mampu membuat perubahan bagi kemajuan bangsa.

Begitu disampaikan Direktur Eksekutif Merial Institute Arief Rosyid dalam diskusi Populi Center bertajuk "Mengukur Daya Tempur Kabinet Baru" di Gado-Gado Boplo, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26/10).


"Mereka harus membuktikan bagaiman milenial membuat kebijakan-kebikan yang sifatnya revolusioner," ujarnya.

Mantan Ketua Umum PB HMI ini mengatakan, ada beberapa menteri muda Jokowi yang ditunggu oleh milenial membuat kebijakan yang revolusioner,. Diantaranya adalah Mendikbud Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, dan Menteri BUMN Erick Thohir, serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Arief berpandangan, saat ini waktunya pemuda membuktikan bahwa mereka tidak kalah dengan yang lain. Apabila menteri muda Jokowi ini gagal, maka akan menjadi pembenaran bagi publik bahwa anak muda tidak bisa diandalkan.

"Kegagalan mereka akan dijustifikasi sebagai kegagalan anak muda secara umum," ujarnya.

Namun demikian, Arief yakin bahwa menteri muda Jokowi tersebut mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Menurutnya, menteri muda Jokowi merupakan anak muda yang berani keluar dari zona nyaman dan masuk pada zona yang penuh dengan tantangan.

"Orang-orang ini mengambil pilihan yang sangat berani, keluar dari zona nyaman. Saya kira dengan modal ini mereka akan bekerja keras, mereka akan mempertaruhkan nama baik. Kalau tidak melakukan terobosan, sama saja menghancurkan nama baik yang dibangun," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya