Berita

Ketua KPK Agus Rahardjo/RMOL

Hukum

Ketua KPK Desak Jokowi Bentuk Kementerian Pengawasan Dan Pengendalian

JUMAT, 25 OKTOBER 2019 | 21:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membentuk Kementerian khusus yang fokus dalam pengawasan dan pengendalian dalam memberantas korupsi.

Hal ini diungkapkan Ketua KPK Agus Rahardjo. Menurutnya, kementerian ini  menjadi salah satu indikator keseriusan pemerintah yang menginginkan pencegahan korupsi di Indonesia.  

"Kalau memang mau berfokus pada pencegahan itu mestinya malah bayangan saya ya, malah ke kabinet kemarin dibentuk yang namanya Menteri Pengawasan dan Pengendalian," kata Agus  disela-sela acara Media Gathering di Caldera Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (25/10).


Menurut Agus, kementerian pengawasan itu diberikan tugas khusus untuk membantu inspektorat dan BPKP yang sejauh ini dinilai kurang efektif dalam melakukan pengawasan.   

"Inspektorat kementerian digabungkan kemudian dikordinasi oleh BPKP jadi Kementerian Pengawasan dan Pengendalian langsung bertanggung jawab pada presiden. Saya pikir itu akan bekerja kalau arahnya ingin pencegahan,"paparnya.

Lebih lanjut Agus menuturkan, program Presiden Jokowi dinilai akan berjalan dengan baik apabila lembaga pengawas yang secara khusus itu berfungsi secara optimal dalam hal pemberantasan korupsi.

"Jadi bagaimana perkuat pengawasan internal? Bagaiman janji itu kemudian diwujudkan? Pasti ada yang tiap hari memonitor," pungkasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya