Berita

Bendungan raksasa Nil/Al Jazeera

Dunia

Mesir Dan Ethiopia Satu Suara Lanjutkan Dialog Soal Bendungan Raksasa Nil

JUMAT, 25 OKTOBER 2019 | 06:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin Mesir dan Ethiopia menemukan kata sepakat untuk memulai kembali pekerjaan sebuah komite yang bertugas untuk memperantarai kesepakatan tentang syarat-syarat pengoperasian bendungan pembangkit listrik tenaga air raksasa (Kamis, 24/10).

Kesepakatan itu diumumkan oleh jurubicara kepresidenan Mesir setelah pertemuan antara Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dan Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed di sela-sela pertemuan puncak Rusia-Afrika di resor Sochi di Laut Hitam.

Kesepakatan itu dibuat setelah pertikaian diplomatik yang telah berlangsung lama antara kedua negara mengenai Grand Renaissance Ethiopia Dam (GERD) di wilayah Nil Biru Ethiopia. Ketegangan semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir, hingga Amerika Serikat menawarkan diri untuk melakukan mediasi.
Sebelumnya, Kementerian luar negeri Mesir pada hari Rabu (23/10) mengatakan bahwa Mesir telah menerima tawaran Amerika Serikat untuk pertemuan para menteri luar negeri dari Mesir, Ethiopia dan Sudan, yang juga yang terkena dampak GERD. Namun tidak diumumkan tanggal untuk pembicaraan.

Sebelumnya, Kementerian luar negeri Mesir pada hari Rabu (23/10) mengatakan bahwa Mesir telah menerima tawaran Amerika Serikat untuk pertemuan para menteri luar negeri dari Mesir, Ethiopia dan Sudan, yang juga yang terkena dampak GERD. Namun tidak diumumkan tanggal untuk pembicaraan.

Sehari setelahnya, jurubicara Presiden Mesir el-Sisi tidak menyebutkan bahwa proses mediasi akan tetap berlanjut, namun menegaskan bahwa komite teknis akan melanjutkan pekerjaannya.

"Dengan cara yang lebih terbuka dan positif, untuk mencapai visi akhir tentang aturan untuk mengisi dan mengoperasikan bendungan," begitu bunyi pernyataan tersebut seperti dimuat Al Jazeera.

Komite tersebut diketahui gagal menghasilkan kesepakatan meskipun bertahun-tahun pertemuan antara pejabat dari Ethiopia, Mesir dan Sudan.

Awal bulan ini, Mesir mengatakan telah menghabiskan upaya untuk mencapai pakta tentang kondisi untuk mengoperasikan bendungan terbesar di Afrika itu dan mengisi waduk di belakangnya.

Mesir khawatir proyek itu yang terletak di dekat perbatasan Ethiopia dengan Sudan dan sekitar 70 persen rampung, akan membatasi bagian air yang sudah langka dari Sungai Nil.

Mesir ingin Ethiopia setuju untuk melepaskan minimal 40 miliar meter kubik air dari bendungan setiap tahun serta waduk yang menyertai diisi lebih dari empat tahun untuk memastikan persediaan air tetap mencukupi jika terjadi kekeringan.

Sungai Nil sendiri diketahui menyediakan sekitar 90 persen dari irigasi Mesir dan kebutuhan air minum. Negara tersebut mengklaim hak bersejarah atas sungai yang dijamin oleh perjanjian dari tahun 1929 dan 1959.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya