Berita

Anies Baswedan/Net

Nusantara

Pelebaran Trotoar Dikritik, Anies: Nanti Lihat Kalau Sudah Jadi

KAMIS, 24 OKTOBER 2019 | 20:57 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gencar mengerjakan proyek pelebaran trotoar. Imbasnya, sebagian ruas jalan berkurang dan menimbulkan kemacetan kendaraan bermotor.

Sebagian publik langsung melancarkan kritik pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atas program tersebut.

Namun demikian, Anies dengan santai menjawab kritikan tersebut. Sebab, ada gagasan besar di balik program tersebut. Pemprov DKI ingin mengajak seluruh masyarakat untuk membudayakan kembali jalan kaki.


Selain itu, dengan trotoar yang nyaman, maka diharapkan minat publik untuk menggunakan fasilitas dan transportasi umum kembali naik. Dia memastikan saat semua program itu selesai dikerjakan, rakyat akan paham manfaat di balik gagasan tersebut.

"Nanti lihat kalau sudah jadi," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (24/10).

Sementara mengenai kemacetan, mantan Mendikbud itu menguraikan bahwa penyebab kendaraan tidak bergerak bukan hanya karena ruas jalan termakan proyek trotoar, melainkan juga karena lajur jalan yang tidak konsisten.

"Dua lajur berubah jadi tiga, lalu berubah jadi dua lagi, akhirnya menyebabkan justru kemacetan. Maka dibuatkan konsisten, itu yang sedang dilakukan," jelasnya.

Kepada para pengkritik, Anies juga meminta untuk menunjukkan pelebaran trotoar di bagian mana yang mengganggu. Sebab, pengerjaan trotoar dilakukan berbeda-beda di tiap titik lokasi.

"Semua yang bicara mengenai trotoar, mengenai jalan, harus spesifik di mana, waktunya kapan. Karena kebijakannya kan nggak sama semua,"  pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya