Berita

Gunung Kumgang/Net

Dunia

Kim Jong Un Mau Bongkar Fasilitas Korsel Di Gunung Kumgang, Ini Alasannya

RABU, 23 OKTOBER 2019 | 14:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memerintahkan pembongkaran fasilitas wisata yang dibangun oleh perusahaan Hyundai Asan asal Korea Selatan di kompleks wisata Gunung Kumgang (Rabu, 23/10).

Gunung Kumgang, atau yang juga dikenal dengan julukan Gunung Berlian merupakan satu dari dua proyek ekonomi antar-Korea yang dikembangkan oleh dua negara serumpun itu sejak awal tahun 2000an. Proyek ekonomi bersama lainnya yang juga dibangun oleh kedua negara adalah zona industri Kaesong yang juga terletak di Korea Utara.

Gunung Kumgang diketahui kerap menjadi lokasi pertemuan keluarga yang terpisah akibat Perang Korea. Program pertemuan tersebut merupakan salah satu upaya reunifikasi dua Korea. Namun program tersebut terhenti karena pasang-surut hubungan dua negara tetangga itu.


Bukan hanya itu, Gunung Kumgang sendiri berhasil menarik ribuan pengunjuk dari Korea Selatan sebelum akhirnya ditutup pada tahun 2008 ketika ada insiden penembakan mati seorang turis yang pergi menyimpang dari jalur yang disetujui antara kedua negara.

Kantor Berita Korea Utara, KCNA, mengabarkan pada hari Rabu (23/10) bahwa Kim Jong Un pekan ini mengunjungi resor yang punya sejuta pesona tersebut dan menyatakan kecewa karena kondisinya yang buruk.

Dalam kabar yang sama, disebutkan bahwa Kim menginstruksikan para pejabat Korea Utara untuk sepenuhnya membongkar fasilitas yang tampak tidak menyenangkan yang dibangun oleh Korea Selatan.

Namun keputusan Kim diambil bukan tanpa pertimbangan. Dia telah membahas masalah tersebut dengan para pejabat Korea Selatan dan berencana untuk membangun fasilitas layanan modern baru yang cocok dengan pemandangan alam Gunung Kumgang.

"(Kim) mengatakan bahwa bangunan itu hanya campur baur tanpa karakter nasional sama sekali, dan bahwa mereka dibangun seperti tenda darurat di daerah yang dilanda bencana atau ruang isolasi," begitu kutipan kabar yang dimuat KCNA, seperti dimuat ulang Al Jazeera.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya