Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Menteri Baru Jokowi Yang Pernah Berurusan Dengan KPK

RABU, 23 OKTOBER 2019 | 13:31 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah secara resmi mengumumkan nama-nama menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Kepresidenan, pada Rabu (23/10). Dari 34 menteri baru, beberapa diantaranya ada yang pernah 'berurusan' dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meskipun masih dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Kantor Berita Politik RMOL menelusuri rekam jejak para menteri yang pernah diperiksa lembaga antirasuah untuk kasus korupsi yang berbeda.

Ada nama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani pernah menjadi saksi dalam sidang perkara korupsi penyelamatan bank Century pada 2014 silam untuk terdakwa mantan Deputi Bank Indonesia Budi Mulya.


Menkumham Yassona Laoly pernah diperiksa sebagai saksi kasus proyek pengadaan KTP Elektonik (KTP-el). Dalam dakwaan Jaksa KPK, Yasonna diduga menerima uang 84 ribu dolar AS.

Kemudian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pernah diperiksa sebagai saksi terkait kasus penerimaan suap dan gratifikasi oleh Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) nonaktif Antonius Tonny Budiono.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pernah diperiksa sebagai saksi terkait kasus suap proyek jalan di Kementerian PUPR tahun 2016. Dia diperiksa untuk tersangka Bupati Halmahera Timur Rudi Erawan.

Selain itu, ada Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar pernah diperiksa dalam kasus dugaan gratifikasi Bupati Ngajuk Taufiqurrahman. Kakak Kandung Ketum PKB Muhaimin Iskandar ini diperiksa saat dia menjadi Ketua DPRD Jawa Timur.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali pernah diperiksa dalam perkara suap di Kementerian ESDM yang menjerat Menteri ESDM Jero Wacik. Zainudin juga pernah disebut dalam kasus suap sengketa Pilkada yang menjerat Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah juga pernah diperiksa KPK terkait kasus dugaan korupsi pelaksanaan Haji 2012 sampai 2013 untuk tersangka eks Ketum PPP Surya Dharma Ali (SDA).

Jurubicara KPK Febri Diansyah enggan berkomentar lebih jauh soal rekam jejak menteri Kabinet Indonesia Maju yang pernah berurusan dengan lembaga antirasuah. Dia hanya menyebut semua informasi sudah terbuka dan pemberitaannya sudah ada.

"Beberapa orang memang pernah diperiksa KPK sebagai saksi dalam sejumlah perkara terpisah. Saya kira itu juga sudah terbuka ya informasinya," kata Febri melalui pesan singkatnya, Rabu (22/10).

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengimbau kepada para meneri-menterinya agar tidak melakukan tindak pidana korupsi. Dia berharap perilaku korup dapat dicegah dengan menciptakan sistem yang ketat.

"Dan saya berpesan jangan korupsi, ciptakan sistem yang menutup celah korupsi," kata Jokowi seusai mengumumkan menteru barunya di Istana Kepresidenan.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya