Berita

Mendikbud, Muhadjir Effendy/Net

Politik

Mendikbud Sepatutnya Masih Dipegang Muhammadiyah

SELASA, 22 OKTOBER 2019 | 15:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Proses penyusunan Kabinet Kerja II sedang berlangsung dalam beberapa hari ini dan akan resmi diumumkan pada Rabu (23/10).

Presiden Jokowi dalam banyak kesempatan memberi gambaran bahwa menteri yang akan membantunya menjalankan pemerintahan ke depan adalah figur profesional dan mampu bekerja cepat tanpa mengabaikan aspek representasi partai politik, golongan dan kedaerahan.

Tekad Presiden Jokowi tersebut mendapat dukungan dari eks relawan Jokowi-Maruf, Ton Abdillah Has. Mantan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini menyatakan profesionalitas dan representasi merupakan perpaduan ideal.


"Profesionalisme merupakan syarat mutlak karena akan mempengaruhi kinerja kementerian, sedangkan representasi adalah keniscayaan mengingat mengelola negara bangsa yang demikian kompleks memerlukan kebersamaan," ujar Koordinator Koalisi Nasional Relawan Muslim Indonesia (KN RMI).

Namun demikian, Ton menggarisbawahi, keduanya mesti dikombinasikan, agar faktor kinerja dan politik dapat berjalan beriringan.

"Sejumlah calon menteri yang sejak kemarin sudah diperkenalkan lewat undangan ke Istana Negara sudah menunjukkan upaya mengkombinasikan dua faktor tersebut, meski hingga siang ini representasi dua ormas besar, yaitu NU dan Muhammadiyah yang biasanya diberi peran di bidang agama dan pendidikan belum terlihat," tutur Ton.

Terkait hal ini Ton Abdillah berpendapat, sudah sepatutnya bidang pendidikan dipercayakan pada tokoh Muhammadiyah, mengingat Muhammadiyah memang konsen pada bidang pendidikan lewat ribuan amal usahanya berupa PAUD hingga Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia, sejak sebelum Indonesia merdeka.

"Artinya, kepada tokoh Muhammadiyah manapun Presiden Jokowi memberikan mandat, sudah menjadi kepatutan, karena insyaallah memenuhi kedua kriteria di atas, profesional dan merepresentasikan sebuah ormas besar di Indonesia," pungkasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya