Berita

Rizal Ramli/Net

Pesan Kunci

Rizal Ramli: Ketika Visi Tidak Nyambung Dengan Policy Dan Personalia, Buntutnya Tragedi!

SELASA, 22 OKTOBER 2019 | 13:09 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ekonom senior Dr. Rizal Ramli kembali mengingatkan visi Presiden Joko Widodo di 2045 tidak akan tercapai kalau salah memilih menteri di sektor ekonomi.

Dalam pidato perdanya usai pelantikan, Jokowi menargetkan agar rakyat Indonesia pada tahun 2045 pendapatannya Rp 27 juta per kapita per bulan.

Jelas RR sapaan akrab Rizal Ramli, visi itu berpotensi menjadi tragedi kalau kebijakan dan pengambil keputusan tidak nyambung dengan visa yang dituju.


Menurut Menko Prekonomian era Presiden Gus Dur ini, visi Jokowi itu akan tercapai dengan syarat, ekonomi Indonesia harus tumbuh 7-8 persen hingga tahun 2045

"Karena berbagai faktor, sering visi ndak nyambung dengan policy dan personalia. Visi pendapatan per orang Rp 27 juta per bulan, tapi angkat ratu utang berbunga mahal yang hanya mampu pertumbuhan 5 persen dan tax ratio terendah," tutur RR, Selasa (22/10).

Dia khawatir, tragedi Kabinet Kerja I terulang lagi di Kabinet Kerja II pimpinan Joko Widodo-Maruf Amin.

"Persis ketika Jokowi I, anti impor tapi angkat raja impor. Buntutnya tragedi," demikian RR.

Sudah ada beberapa calon menteri atau pembantu di kabinet yang dipanggil Jokowi. Mereka adalah, Mahfud MD, Nadiem Makarim, Wishnutama, Erick Thohir, Tito Karnavian, Airlangga Hartarto, Pratikno, Fadjroel Rachman, Nico Harjanto.

Prabowo Subianto, Edhy Prabowo, Sri Mulyani, Syahrul Yasin Limpo, Agus Gumiwang, Siti Nurbaya Bakar, Juliari P. Batubara, Suharso Monoarfa, Basuki Hadimuljono, Fachrul Razi, Ida Fauziyah dan Bahlil Lahadalia.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya