Berita

Mobil yang rusak akibat bentrok di Culiacan di tengah penangkapan putra El Chapo/CNA

Dunia

Meksiko Selidiki Operasi Penangkapan Gagal Putra Gembong Narkoba "El Chapo"

SELASA, 22 OKTOBER 2019 | 06:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jaksa Agung Meksiko mengumumkan bahwa kantornya akan menyelidiki semua pihak yang terlibat dalam operasi penangkapan putra gembong narkoba Joaquin "El Chapo" Guzman, Ovidio yang gagal pekan lalu.

Operasi penangkapan yang dilakukan pada Kamis (17/10) itu diakui oleh menteri pertahanan telah direncanakan dengan buruk. Akibatnya, puluhan personel militer dikepung oleh orang bersenjata dari kartel tersebut, Sinaloa, yang berujung pada bentrok dan menyebabkan pembebasan kembali Ovidio.

Akibat bentrok yang terjadi, sebanyak delapan orang meninggal di Culiacan, yang merupakan ibukota negara bagian Sinaloa. Anggota kartel melancarkan serangan dengan menggunakan senapan mesin besar-besaran di kota barat itu dan menyebabkan jalanan dipenuhi dengan kendaraan yang berasap.


Pasca kejadian tersebut, Jaksa Agung Alejandro Gertz memastikan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan pada semua pihak yang terkait, tidak terkecuali pejabat.

"Kami akan melakukan penyelidikan mendalam untuk menentukan tanggung jawab semua yang terlibat, di kedua sisi," kata Gertz awal pekan ini.

"Ini bukan hanya tentang tindakan satu pelayan publik atau satu kriminal. Kami akan menganalisis semua fakta untuk mengklarifikasi kejahatan apa yang mungkin telah dilakukan, kemudian menuntut dan menghukum mereka, tanpa kecuali," tegasnya.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador sebelumnya telah membela tindakan tim keamanannya dan mengatakan keputusan untuk membebaskan kembali putra sang gembong narkoba dilakukan untuk melindungi kehidupan warga sipil.

Namun Gertz mengatakan dia tidak percaya keputusan itu datang langsung dari presiden.

"Itu bukan pekerjaannya," kata Gertz seperti dimuat Channel News Asia.

Diketahui bahwa Ovidio Guzman yang kini berusia 28 tahun adalah salah satu dari setidaknya 10 anak "El Chapo" Guzman, yang menjalani hukuman penjara seumur hidup di Amerika Serikat setelah dinyatakan bersalah pada bulan Juli karena memperdagangkan ratusan ton narkoba ke Amerika Serikat selama 25 tahun.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya