Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayanti/Ist
Kompol Aditya Mulya Ramadhani, mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri saat ini masih terbaring lemas pasca dikeroyok sejumlah orang ketika pecah tawuran dua perguruan silat pada Mei lalu. Ketika itu, Aditia masih berpangkat AKP.
Di mata rekan-rekannya, Kompol Aditya merupakan sosok yang santun. Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayanti mengenang Kompol Aditia sebagai pribadi yang bertanggung jawab saat bertugas.
“(Kompol Aditia) pribadi yang berani, santun, tidak memandang derajat dan pangkat. Sangat bertanggung jawab dalam pekerjaan, juga bertanggung jawab terhadap anggotanya,†kata AKBP Uri kepada wartawan, Minggu (20/10).
Uri menyebut, bawahannya tersebut adalah seorang pendengar yang baik. Entah itu terhadap atasan bahkan terhadap bawahannya.
“Harapan semoga segera pulih kesehatannya dan sadar, kemudian dapat kembali bertugas sebagai anggota Polri yang mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat,†lanjutnya.
Rekan kerjanya yang lain di Reskrim, Iptu Ghala Rimba mengemukakan Kompol Aditia adalah sosok humanis. Berhubungan baik entah itu dalam kedinasan maupun secara kekeluargaan.
“Namun tetap tegas ketika bekerja, tetap melindungi dan mengayomi,†kata Rimba.
Hal senada juga diungkapkan anggota Polri yang pernah menjadi bawahan Kompol Aditya. Adalah Iptu Edi Purwanto yang kini menjabat Kepala Unit Intelijen dan Keamanan (Kanit Intelkam) Polsek Pasar Kliwon. Kompol Aditia sempat menjadi Kapolsek Pasar Kliwon dan Edi adalah bawahannya.
"Ketika menjadi Kapolsek sangat dekat dengan anggota, bersifat kebapakan,†kata Edi.
Prihatin dengan kejadian yang menimpa Kompol Aditia, ia berharap agar mantan atasannya tersebut segera pulih.
Kepala Unit Pembinaan Masyarakat (Kanit Binmas) Polsek Pasar Kliwon, Aiptu IB Santika, juga mengenang Kompol Aditia adalah sosok yang menghargai anak buah, tidak pilih kasih serta mengetahui kepentingan anak buah.
“
Nguwongke, penuh kebersamaan. Semoga cepat kembali sehat untuk melanjutkan pengabdian kepada negara,†demikian IB Santika.
Kompol Aditya sebelumnya sempat mendapat perawatan di Singapore General Hospital (SGH) usai menjadi korban pengeroyokan. Ia mendapat perawatan selama beberapa bulan karena mengalami luka di kepala.
Ia pun mendapat gelar kehormatan naik satu tingkat menjadi Kompol. Kini ia harus menjalani perawatan lanjutan di RD Bhayangkara di bawah pantauan Bid Dokkes Polda Jateng.