Berita

Tiga kandidat utama pemilu presiden Bolivi, (dari kiri) Evo Morales, Carlos Mesa dan Oscar Ortiz/BBC

Dunia

Bolivia Gelar Pilpres, Eks Wartawan Dan Pebisnis Bersaing Rebut Kekuasaan Dari Evo Morales

MINGGU, 20 OKTOBER 2019 | 08:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bolivia menggelar pemilu presiden pada akhir pekan ini (Minggu, 20/10) untuk memilih orang nomor satu di negara tersebut. Sebanyak 7,3 juta pemilih di Bolivia tercatat tersebut memiliki hak suara untuk menentukan siapa presiden yang akan memimpin Bolivia selama lima tahun mendatang.

Presiden Evo Morales kembali maju dalam pemilihan demi mempertahankan kursi jabatan untuk periode keempat. Dia maju dari partai Gerakan untuk Sosialisme (Mas). Jika terpilih kembali, maka politisi pribumi tersebut akan berkuasa hingga tahun 2025 mendatang, sejak tahun 2005 lalu.

Namun, jalan menuju periode keempat tidaklah mudah. Pasalnya, dia kebanjiran kritik dan protes dari masyarakat dalam minggu-minggu menjelang pemilu.


Protes terjadi terutama karena kebijakan lingkungan ala Morales dan pengabaiannya atas hasil referendum yang diadakan pada Februari 2016.
Banyak masyarakat Bolivia banyak yang menyoroti kebakaran hutan yang menghancurkan empat juta hektar lahan di wilayah timur negara tersebut. 

Mereka mempertanyakan apakah dekrit yang disahkan oleh Morales berkontribusi terhadap kebakaran tersebut. Dekrit tersebut melipatgandakan jumlah petani lahan yang diizinkan untuk menebang pohon demi produksi pertanian.
Selain banyaknya protes, tantangan lain datang dari dua pesaing utama Morales yang juga memiliki potensi tersendiri.

Saingan utama Morales dalam pilpres kali ini adalah Carlos Mesa, yang mencalonkan diri untuk aliansi politik Komunitas Sipil (Comunidad Ciudadana).

Dikabarkan BBC, dia tercatat pernah menjabat sebagai presiden antara tahun 2003 hingga 2005, setelah presiden sebelumnya mengundurkan diri. Sebelumnya, dia merupakan wartawan yang bekerja di media cetak dan TV. Mesa yang merupakan penggemar film itu juga diketahui mendirikan Institut Film Bolivia

Pesaing Morales lainnya adalah Senator Oscar Ortiz, yang mendukung koalisi "dadu no" Bolivia (Bolivia mengatakan tidak). Kiprahnya di dunia politik bukan baru kemarin sore. Selama delapan tahun dia mewakili Santa Cruz di Senat.

Sebelumnya, pria 50 tahun itu merupakan seorang pebisnis. Selama 14 tahun dia bekerja di kamar dagang Santa Cruz. Dia juga merupakan capres termuda dari tiga capres teratas.

Ketika pesaing utama itu akan beradu "kekuatan" pada akhir pekan ini. Untuk menang dalam pemilu presiden putara pertama ini, capres harus mengantongi lebih dari 50 persen suara, atau 40 persen dengan keunggulan 10 persen poin atas saingan terdekatnya.

Jika tidak ada capres yang mencapai persentase suara itu, maka pemilu presiden putaran kedua dan terakhir akan digelar pada tanggal 15 Desember mendatang. Dua capres dengan perolehan suara terbanyak akan kembali bersaing dalam pemilu tersebut.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya