Berita

Pengamanan di Komplek Gedung Parlemen/RMOL

Politik

Pengerahan Ribuan Aparat Kawal Pelantikan Jokowi Sudah Sesuai SOP, Tidak Perlu Dibesar-besarkan

SABTU, 19 OKTOBER 2019 | 19:26 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Tiga puluh ribu aparat gabungan TNI-Polri dikerahkan saat pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Besok siang Minggu (20/10). Masyarakat tidak perlu membsar-besarkan pengerahan puluhan ribu aparat tersebut.
 
Pengamat intelijen, pertahanan dan keamanan, Ngasiman Djoyonegoro menyebutkan, pengerahan ribuan aparat keamanan saat acara kenegaraan memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas. Apalagi dalam acara pelantikan presiden terpilih akan dihadiri kepala negara tetangga dan ratusan duta besar.

"Aparat ingin benar-benar memberikan kepercayaan pada dunia karena banyaknya tamu undangan dari pejabat negara lain. jadi sudah sesuai dengan SOP, tidak perlu dibesar-besarkan," kata Ngasiman kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (20/10).


Lebih lanjut, Ngasiman menjelaskan, meski Jokowi menginginkan proses pelantikan dengan sederhana aparat keamanan harus tetap menjalankan fungsi pengamanan sesuai aturan.

Simon -sapaan akrabnya- menyebutkan, pada pelantikan Jokowi-JK tahun 2014 silam, ada 24 ribu aparat gabungan yang dikerahkan untuk mengamankan. Dia mengimbau masyarakat tidak perlu heboh dengan tugas pengamana yang dijalankan oleh aparat TNI-Polri.

"Sebetulnya Presiden Joko Widodo sendiri menginginkan kesederhanaan yang tidak mengurangi kekhidmatan dalam prosesi pelantikan tapi aparat keamanan (TNI-Polri) ingin supaya berjalan sesuai dengan SOP," tandas Simon.

Pelantikan besok akan dihadiri oleh 17 kepala negara dan 168 duta besar. Selain itu mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Megawati Soekarnoputri juga dikonfirmasi oleh MPR akan hadir. Termasuk eks pesaing Jokowi, Prabowo Subianto dan Sandiaga Slaahudin Uno juga dikonfirmasi akan menghadiri pelantikan yang berlangsung besok siang di Komplek Gedung Kura-kura itu.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya