Berita

Presiden Jokowi dan Menkeu Sri Mulyani/Net

Bisnis

Sri Mulyani Membual, Pengumuman IMF Justru Akan Bikin Investor Mental

SABTU, 19 OKTOBER 2019 | 03:58 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penurunan proyeksi ekonomi dunia yang dirilis International Monetary Fund (IMF) di angka 3 persen tak bisa dianggap sepele oleh pemerintah Indonesia.

Terlebih negara China yang kerap bekerja sama dengan Indonesia juga mengalami penurunan serupa, yakni dari 6,5 persen menjadi 6 persen.

"Penurunan itu dampaknya sangat besar sekali untuk Indonesia. Bahkan pelemahan ekonomi China berimplikasi langsung ke kita karena volume perdagangan China ke kita besar sekali," kata ekonom Salamudin Daeng kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (18/10).


Dampak pelemahan dunia ini juga berimbas pada melemahnya seluruh harga-harga komoditas yang selama ini menjadi andalan Indonesia. Menurutnya, risiko permintaan komoditas itu akan semakin jeblok.

"Harga minyak akan turun, batu bara, hingga berbagai macam komoditas primer akan turun. Ini adalah pukulan keras ke APBN dari segi penerimaan karena sektor komoditas ini kan utama," tegasnya.

Oleh karenanya, ia menganggap pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi bisa diatasi asal demand domestik ada merupakan pernyataan salah kaprah.

Bahkan hal yang lebih parah, kondisi seperti ini akan membuat investor pikir-pikir memberikan investasi di Indonesia.

"Investasi akan bermasalah karena orang enggak ada harapan pertumbuhan, jadi untuk apa invest?" tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya