Berita

Penyidik KPK Novel Baswedan/Net

Hukum

Kompensasi Kerja TGPF Novel Hampir Rampung, Ini Sikap Istana

JUMAT, 18 OKTOBER 2019 | 23:28 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik KPK Novel Baswedan hingga kini masih gelap meski tim pencari fakta yang diminta Presiden Joko Widodo sudah dibentuk dan bekerja.

Merespons hal itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjawab santai. Ia bahkan meminta kepada publik untuk mengonfirmasi langsung kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Sudah tanya Pak Kapolri belum? Tanya dulu dong, jangan tanya saya,” ungkap Moeldoko di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (18/10).


Secara tegas, Moeldoko menyebut posisi Presiden Joko Widodo sudah jelas dengan meminta kepada Polri untuk menuntaskan kasus yang terjadi pada 11 April 2017 silam itu.

“Ya pasti nanti akan (ditanya lagi) perkembangannya itu,” ucapnya.

Ia berujar, selama ini Presiden kerap kali meminta penjelasan dari Kapolri setelah diberi kompensasi tiga bulan sejak 19 Juli usai TGPF yang sudah dibentuk Januari lalu tak kunjung mengungkap pelaku. Besok, genap tiga bulan sudah waktu perpanjangan yang diberikan presiden kepada TGPF.

“Kebiasaan yang dijalankan oleh Pak Jokowi begitu. Selalu mengecek atas perkembangan perkejaan yang telah beliau perintahkan,” tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya