Berita

KPK giat dalami kasus proyek fiktif di Waskita Karya/Net

Hukum

Lagi, 4 Karyawan PT Waskita Karya Jalani Pemeriksaan KPK

JUMAT, 18 OKTOBER 2019 | 10:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Karyawan PT Waskita Karya (PT WK) tengah jadi "incaran" Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kali ini ada 4 karyawan WK yang mendapat giliran ditanyai oleh Penyidik KPK.

Penyidikan ini dilakukan terkait kasus dugaan korupsi 14 proyek fiktif yang digarap PT WK. Empat orang itu ialah Abdul Kholiq, Hamid, Ilhan Rudi Anton, dan Fatkhur Rozak.

Keempatnya bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Fathor Rachman (FR) selaku Kepala Divisi II PT Waskita Karya.


"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka FR (Fathor Rachman)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Jumat (18/10).

Sebelumnya, KPK juga telah memeriksa 4 karyawan PT WK. Yaitu Wagimin, Benny Panjaitan, Marsudi, dan Mintadi. Semuanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang sama.

"Dibutuhkan keterangannya untuk melengkapi berkas perkara Fathor Rachman," kata Febri.

Dalam kasus ini, negara dibuat merugi hingga Rp 186 miliar. Jumlah itu merupakan total pembayaran dari PT Waskita Karya kepada perusahaan subkontraktor dengan pekerjaan fiktif.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya