Berita

PSSI/Net

Sepak Bola

Melanggar Statuta, Kongres PSSI 2 November Akan Lahirkan Kepengurusan Cacat

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 | 11:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Rencana Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelar Kongres pada 2 November 2019, akan menciderai integritas organisasi. Dikhawatirkan, ini juga akan menimbulkan kegaduhan baru. Khususnya dalam penetapan delegasi (voters).

Demikian disampaikan pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali kepada wartawan, Kamis (17/10).

Baginya, kekhawatiran itu cukup beralasan. Sebab, PSSI akan menggunakan voters hasil kompetisi tahun 2018, dan mengabaikan hasil kompetisi 2019 yang baru akan berakhir bulan Desember 2019.


"Dalam Statuta PSSI Pasal 23 tentang Delegasi dan Hak Suara, dinyatakan bahwa Kongres diikuti oleh 88 peserta. Diantaranya, 18 delegasi sebagai perwakilan klub-klub peserta Liga 1 dari musim terdahulu, sebelum Kongres dilaksanakan. Serta 16 delegasi sebagai perwakilan klub-klub peserta Liga 2 dari musim terdahulu, sebelum Kongres dilaksanakan," ungkapnya.

Awalnya, PSSI menetapkan Kongres dilaksanakan 25 Januari 2020, dan telah disetujui FIFA. Namun, pada 27 Juli 2019, PSSI mengubah dan memajukan jadwal Kongres menjadi 2 November 2019 dengan voters hasil kompetisi tahun 2018.

Terhadap rencana ini, FIFA memberikan respons negatif dan tetap merekomendasikan Kongres dilaksanakan 25 Januari 2020. Namun, PSSI tetap bersikukuh dan memilih mengabaikan rekomendasi FIFA.

"Jika Kongres PSSI tetap dilaksanakan pada 2 November 2019, tidak hanya mengabaikan delegasi atau voters sejati hasil kompetisi 2019. Namun juga sebuah kesalahan moral dan integritas organisasi. PSSI membiarkan kelahiran kepengurusan baru yang cacat," tegasnya.

Menurut Akmal, praktik-praktik buruk yang demikian harus diingatkan untuk tidak diteruskan. Langkah-langkah yang mungkin bisa ditempuh, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Oloharaga meminta PSSI untuk mengikuti nasihat FIFA dan memutuskan jadwal kongres kembali sesuai rencana semula. Yaitu pada 25 Januari 2020, dengan voters hasil kompetisi 2019.  

Dalam hal ini, tahapan pencalonan tetap. Hanya menunda pelaksanaan Kongres agar memastikan delegasi Kongres sesuai hasil kompetisi 2019.

"PSSI harus mempertegas dan menyampaikan ke publik siapa dan berapa jumlah voters. Jangan sampai Kongres digelar tidak legitimate karena banyak yang dirahasiakan dan tidak sesuai prosedur, serta menyimpang dari aturan yang berlaku," ungkapnya.

Akmal mengingatkan, Kongres PSSI dilaksanakan untuk memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif. Jangan sampai kongres ini menjadi ajang permainan status quo yang ingin kembali memimpin.

"Jika seperti itu, ini tidak sehat. Sepak bola mengajarkan sportivitas dan fair play. Itu ruhnya. Kalau ruhnya tidak digunakan, sepak bola kita akan mati," pungkasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Catat 94 Ribu Pejabat Belum Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 10:20

Implementasi PP Tunas Jangan Sekadar Formalitas

Minggu, 29 Maret 2026 | 10:13

Gelombang Aksi “No Kings” Meledak di Seluruh AS, Tuntut Trump Lengser

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:25

87 Persen Penyelenggara Negara Sudah Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:22

Kejagung Bongkar Praktik Tambang Ilegal Samin Tan

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:01

Pramono Upayakan Tak Ada PHK di Tengah Wacana Pembatasan Belanja Pegawai

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:46

Pemerintah Wajibkan Platform Digital Patuhi PP Tunas Tanpa Kompromi

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:32

Kemenhaj Optimistis Operasional Haji 2026 Sesuai Rencana

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:10

WFH Jumat Bisa Ciptakan Life Balance dan Tetap Produktif

Minggu, 29 Maret 2026 | 07:30

Pemprov DKI Dukung Program Presiden soal Hunian Layak Warga Rel

Minggu, 29 Maret 2026 | 07:15

Selengkapnya