Berita

Rektor Universitas Syiahkuala Banda Aceh, Prof. Samsul Rijal/RMOL

Bisnis

Kepastian Hukum Jadi Kendala Mandeknya Investasi di Aceh

RABU, 16 OKTOBER 2019 | 18:20 WIB | LAPORAN: AZHARI USMAN

Kepastian hukum dinilai masih menjadi kendala utama bagi pemerintah Aceh dalam menarik minat investor asing untuk menanamkan modal di Provinsi Aceh.

“Kenapa Aceh paling kecil investasi? Paling miskin di Pulau Sumatra? Karena tak ada kepastian hukum. Jadi, harus ada kepastian hukum. Jangan nanti ganti bupati, ganti kepala pemerintahan peraturannya berubah lagi,” ungkap Rektor Universitas Syiahkuala Banda Aceh, Prof. Samsul Rijal, Rabu (16/10).

Samsul Rijal menunjukan salah satu contoh gagalnyan investasi PT. Semen Indonesia di Lawueng, Kabupaten Pidie, Aceh. Padahal, jika pabrik itu beroperasi akan menampung ribuan tenaga kerja dan berdampak pada perbaikan perekonomian warga.


“Artinya tidak ada kepastian hukum di situ. Padahal itu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), diminta oleh presiden lagi,” jelasnya.

Samsul menambahkan, tugas utama Pemerintah Aceh harus mampu meyakinkan para investor terkait kondisi Aceh, seperti Aceh merupakan provinsi paling aman dan terbuka untuk investor serta memastikan tidak ada premanisme.

"Hal ini dilakukan agar mau berinvestasi ke Aceh. Jika tidak seperti itu, mustahil investor akan datang ke Aceh," imbuhnya.

Selain itu, kata Samsul Rijal, pemerintah harus mendukung dengan pemberian banyak
insentif dan menyelesaikan permohonan izin lebih cepat. Sedangkan, untuk investor lokal harus diberikan kemudahan dalam kredit bank.

"Kalau tidak ada investasi, maka akan lama turunnya kemiskinan Aceh. Orang turunnya lebih cepat. Jadi, kalau ada investasi dari swasta pasti akan turun lebih cepat," jelasnya.

Dia menjelaskan, selama 10 tahun terakhir, Aceh telah mendapatkan transfer dana cukup besar dari pusat atau sikitar Rp. 80 triliun lebih karena status Otonomi Khusus (Otsus). Namun, karena tidak dibarengi dengan tumbuhnya investasi maka tidak akan berdampak apapun. Malahan, Aceh menempatkan diri sebagai provider paling miskin di Pulau Sumatra.

Itu sebabnya, Samsul Rijal meminta jajaran pemerintah Aceh harus gencar dalam melakukan strategi promosi dan memberikan garansi tak akan ada persolan hukum dikemukakan hari bagi investor.

"Saya telah mendapat kabar bahwa akan ada proyek pembangunan pabrik semen di Aceh Tamaing. Mudah-mudahan dengan Plt Gubernur (Nova Iriansyah) ini cepat perizinannya, sehingga lebih cepat dan tidak lama. Semoga. Dengan kejadian di Laweng dengan pengalaman selama ini jadi pelajaran untuk kita semua," harap Samsul Rijal.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya