Berita

Ketua Umum Relawan Rumah Jokowi (RJ) Yongki Jonacta Yani/Net

Politik

Melawan Presiden, Relawan Minta Pertamina Tidak Bentuk PIMD

SELASA, 15 OKTOBER 2019 | 18:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

PT Pertamina (Persero) disarankan untuk tidak mendirikan Pertamina Internasional Marketing and Distribution (PIMD). Jika tetap bersikeras mendirikan perusahaan yang berbasis di Singapura itu, berarti kebijakan tersebut melawan perintah Presiden Joko Widodo.

Ketua Umum Relawan Rumah Jokowi (RJ) Yongki Jonacta Yani mengatakan, selain dikhawatirkan sebagai reinkarnasi Petral, kehadiran PIMD dapat mengancam ketahanan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri.

Seperti diketahui, Pertamina Energy Trading Ltd atau Petral telah dibubarkan berdasarkan rekomendasi Tim Anti Mafia Migas karena menjadi sarangnya mafia migas yang hanya memburu rente.


Yongki mempertanyakan apa urgensi didirikannya PIMD. Padahal sangat tegas Presiden telah meminta kepada Pertamina untuk menyediakan cadangan BBM untuk dalam negeri selama 60 hari.

"Saat itu Dirut Pertamina Dwi Sucipto menyanggupinya hanya 30 hari cadangan BBM untuk dalam negeri. Pertanyaannya, sekarang ini berapa cadangan BBM untuk dalam negeri?" kata dia di Jakarta, Selasa (14/10).

Ditegaskan Yongki, dibubarkannya Petral agar Pertamina fokus dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Jika hal itu sudah dipenuhi, selanjutnya bisa berjualan ke luar negeri.

"Pemenuhan untuk dalam negeri saja belum sanggup dipenuhi, kok bisa-bisanya jualan ke luar negeri," imbuhnya.

Yongki pun menegaskan bahwa Pertamina adalah perusahaan milik negara, dalam hal ini Presiden sebagai kepala negara berhak memerintahkan untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Ya itu tadi yang saya bilang, cadangan minyak untuk dalam negeri harus diperhatikan," tambahnya.

Selain itu, lanjut Yongki, Pertamina juga memiliki tanggung jawab moral sebagai motor penggerak ekonomi rakyat, khususnya masyarakat di pedesaan. Dengan mendorong terealisasinya program Pom BBM Desa (Pomdes), maka kebutuhan masyarakat desa akan BBM akan lebih mudah terpenuhi.

"Dengan adanya Pomdes masyarakat di desa tidak perlu jauh-jauh ke kota untuk mendapatkan BBM. Sekali lagi saya tegaskan, PIMD bukan prioritas, yang prioritas penuhi kebutuhan BBM di dalam negeri terlebih dahulu, Pomdes adalah salah satu solusi," tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya