Berita

Supendi tercatat memiliki kekayaan Rp 8,5 M/Net

Hukum

Sebelum Diciduk KPK, Bupati Indramayu Miliki Kekayaan Rp 8,5 M

SELASA, 15 OKTOBER 2019 | 13:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencokok Bupati Indramayu, Supendi dalam operasi senyap pada Selasa dini hari (15/10). Supendi ditangkap lantaran diduga terlibat suap dalam proyek di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Indramayu.

Menelisik laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) Bupati Supendi pada laman resmi KPK di elhkpn.kpk.go.id per Selasa (15/10), Ketua DPD Golkar Kabupaten Indramayu itu terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 30 Maret 2019.

Dalam laporan tersebut, Supendi memiliki harta kekayaan yang mencapai Rp 8,5 miliar. Baik harta bergerak maupun harta tidak bergerak.


Supendi tercatat memiliki harta tidak bergerak berupa 15 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Indramayu dan Bandung. Total tanah dan bangunan milik Supendi bernilai Rp 8.465.000.000.

Untuk harta bergerak, Supendi memiliki 1 unit mobil Mitsubishi Pajero Sport dan 2 Dump Truck dengan total nilai mencapai Rp 1,1 miliar.

Harta bergerak lainnya yang dimilik Supendi senilai Rp 682.000.000. Kemudian, ia juga tercatat memiliki kas atau setara kas lainnya senilai Rp 164.775.190.

Namun demikian, Supendi juga tercatat memiliki utang senilai Rp 1.868.101.595. Jadi, setelah dikurangi utang, total harta kekayaan Supendi sebesar Rp 8.543.673.595.

Diketahui, termasuk Supendi, KPK mengamankan 8 orang dalam OTT di kabupaten Indramayu. Mereka berasal dari berbagai unsur mulai dari ajudan Bupati, pegawai, rekanan, Kepala Dinas, hingga beberapa pejabat di Dinas PU Indramayu.

Saat ini mereka yang diamankan saat OTT tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh tim KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut.

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status perkara dan status hukum Supendi bersama tujuh orang lainnya.

"Nanti hasilnya akan dimpaikan melalui konferensi pers di KPK. Waktu Konpres akan saya sampaikan lagi," demikian Febri.  

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya