Berita

Bedah buku Merajut Asa di Kementerian Perindustrian/RMOL

Politik

Buku Merajut Asa, Kritik Airlangga Hartarto Terhadap Perindustrian Nasional

SENIN, 14 OKTOBER 2019 | 14:59 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Kurang sepekan menjelang berakhirnya masa jabatan, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto meluncurkan buku berjudul "Merajut Asa, Membangun Industri Menuju Indonesia yang Sejahtera dan Berkelanjutan."

Peluncuran sekaligus bedah buku tersebut digelar di ruang Garuda, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (14/10).

Alih-alih berisikan kemajuan sektor industri semasa periode kepemimpinannya, buku Merajut Asa justru lebih banyak menyampaikan pemikiran dan catatan kritis Airlangga terhadap kondisi perindustrian nasional.


Maklum, buku tersebut disusun sebelum Airlangga menjabat sebagai orang nomor satu di Kementerian Perindustrian.

Buku ini merangkum pemikirannya sewaktu menjadi anggota DPR RI. Airlangga menjadi anggota DPR selama 2 periode 2004-2009 dan 2009-2014. Airlangga menggantikan Saleh Husin sebagai Menperin pada 26 Juli 2016.

"Buku ini saya tulis sebelum 2016. Jadi kalau bukunya agak galak-galak sedikit karena saya masih di luar," ujar Airlangga saat memberikan sambutan bedah buku tersebut.

Salah satu kritik yang disampaikan Airlangga terangkum dalam artikel dengan judul "Indonesia, Mengapa Begitu Lamban?"

Airlangga mengatakan, buku "Merajut Asa" tersebut ditulis dengan premis, "Kaya atau miskin sumber daya alam, yang paling penting adalah sumber daya manusia." Dan itu, tambah dia, yang jadi basis daripada kebijakan.

Airlangga menerangkan, bukunya juga membahas sejumlah hal dibalik pengesahan UU Minerba, UU Perdagangan dan UU Perindustrian yang dibuat sewaktu dirinya menjabat sebagai anggota DPR RI 2009-2014.

"UU Minerba menentukan hilirisasi dan kita tentukan tahunnya dan kemudian hilirasasi menjadi bagian yang tertunda baru dilaksanakan periode Pak Jokowi, hasilnya dapat kita lihat di Morowali."

Sedangkan UU Perdagangan dibuat untuk menggantikan UU zaman Hindia-Belanda. "Memang, UU perdagangan ini menjadi bagian yang menyangkut hajat hidup orang banyak," kata Airlangga.

Sedangkan terkait revisi ataupun UU Perindustrian yang baru, Airlangga menceritakan kiprasnya sebagai Ketua Pansus yang menggodok UUU tersebut.  "UU Perindustrian yang baru itu menggantikan UU yang dibuat oleh ayah saya (sebelumnya)," tambahnya.

Hadir dalam bedah buku tersebut, pejabat eselon dan pegawai Kementerian Perindustrian, akademisi, ekonom, kalangan pengusaha termasuk Ketua Kadin Rosan Roeslani.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya