Berita

Muhammad Qodari/RMOL

Politik

Tawaran Pertumbuhan Ekonomi Double Digit Prabowo Bisa Naikkan Suara Gerindra

SABTU, 12 OKTOBER 2019 | 12:39 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Suara Partai Gerindra di Pemilu 2024 berpotensi meningkat ketika Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bisa menepati janji peningkatan pertumbuhan ekonomi hingga double digit.

Prabowo bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Jakarta, Jumat kemarin (11/10). Yang menerik dari pertemuan itu adalah, kemungkinan Gerindra gabung koalisi pemerintah bisa terjadi asal demi kepentingan bangsa.

"Kalau kami diperlukan, kami siap," ujar Prabowo usai pertemuan.


Bahkan jika benar-benar bergabung dengan pemerintah, salah satu fokus Prabowo dan Gerindra adalah soal pertumbuhan ekonomi.

"Kami siap beri gagasan optimis, kami yakin bisa bantu ekonomi double digit," tegas Prabowo yang berdiri di samping Jokowi.

Direktur Eksekutif IndoBarometer, Muhammad Qodari mengatakan, tawaran Prabowo yang menjanjikan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga double digit merupakan tawaran yang sangat menarik.

"Itu menarik sekali, jadi itu bagian dari tawaran sekaligus juga menurut saya ya sangat menarik untuk kita, barangkali kalau dikasih kesempatan kan harus dibuktikan gitu loh," ucap Qodari kepada redaksi disela-sela duskusi, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10).

Walapaun menarik, lanjut Qodari, Gerindra memiliki resiko atas tawaran itu.

"Nah, kalau itu betul-betul bisa dilaksanakan, pamor Gerindra akan naik. Jadi Gerindra itu masuk ke dalam itu ada resiko suaranya naik, ada juga resiko suaranya turun," ucapnya.

"Tapi memang begitulah namanya politik, masuk ke dalam menjadi bagian pemerintahan, berusaha memenuhi janjinya, kalau berhasil suaranya naik, tapi kalau gagal suaranya turun," ujar Qodari menambahkan.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya