Berita

Festival Kopi Indonesia di Moskow/Net

Politik

Kopi Indonesia Semakin Populer Di Rusia

SABTU, 12 OKTOBER 2019 | 06:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kopi Indonesia semakin dikenal di Rusia. Hal ini terlihat dari penyelenggaraan Festival Kopi Indonesia di Moskow yang berlangsung tanggal 11 Oktober 2019. Festival dihadiri oleh para pelaku bisnis Rusia di sektor kopi, seperti perusahaan roasting, importir dan distributor, pemilik coffee shop, dan barista.

Festival yang terbagi dalam sesi workshop dan business mixer memperkenalkan ragam kopi Indonesia, terutama specialty coffee, coffee cupping dan coffee roasting.

Peserta mendapat penjelasan tentang jenis-jenis specialty coffee Indonesia dan proses pengolahannya. Specialty coffee yang ditampilkan antara lain kopi Kerinci Natural, Central Java Honey, Toraja, Bali, Gayo Natural, North Malabar, Gayo, Flores Bajawa, dan Toraja Pulu.


Festival juga menyajikan kopi Indonesia yang dibawa oleh para pengusaha dari Indonesia. Para peserta festival mencoba dan menikmati beragam aroma dan cita rasa kopi Indonesia di tengah suhu udara yang mulai dingin di Moskow, mencapai 10 derajat Celsius.

Ketua Asosiasi Kopi Rusia, Ramaz Chanturia, yang hadir dalam Festival Kopi Indonesia mengatakan pangsa pasar specialty coffee di Rusia berkembang pesat seiring dengan peningkatan konsumsi kopi Rusia secara umum dalam beberapa tahun terakhir.

"Saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan Festival Kopi Indonesia untuk lebih memperkenalkan kopi Indonesia. Saya berharap semakin banyak ragam kopi Indonesia yang dapat dijumpai dan dinikmati masyarakat di Rusia," kata Ramzan dalam keterangan KBRI Moskow, Sabtu (12/10).

Tren kopi di Rusia meningkat pesat sejak 10-15 tahun terakhir. Saat ini meminum kopi menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Rusia.

Menurut salah satu penelitian bahwa orang Rusia meminum kopi di luar rumah lebih sering daripada orang Italia dan Perancis. Jika sebelumnya kopi diminum di kedai kopi, kafe, dan restoran setelah makan malam, sekarang kopi diminum tiap saat dan dapat dengan mudah diperoleh, seperti di tempat-tempat makan cepat saji (fast food), jajanan di pinggir jalan (street food), dan kantin-kantin.

Potensi pasar Rusia untuk kopi Indonesia sangat besar. Pada tahun 2018 Indonesia adalah pengekspor kopi terbesar ke-11 bagi Rusia sebesar 3.628 ton dengan transaksi senilai 9,1 juta dolar AS. Sementara itu, total impor kopi Rusia mencapai 196 ribu ton atau senilai 592,9 juta dalar AS. Importir kopi terbesar Rusia adalah Vietnam (96 ribu ton), Brazil (34 ribu ton), Itialia (14 ribu ton), India (6 ribu ton), dan Jerman (6 ribu ton).

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian RI Dedi Junaedi yang datang ke Moskow melihat langsung peluang pasar Rusia bagi kopi Indonesia. Menurut Dedi, Indonesia sebagai negara penghasil kopi terbesar keempat dunia berpotensi besar menembus pasar Rusia karena Indonesia memiliki kopi yang berkualitas tinggi dan keanekaragaman cita rasa kopi yang tidak kalah dari negara lain.

Festival Kopi Indonesia di Rusia untuk pertama kalinya digelar oleh KBRI Moskow atas kerja sama dengan Kopi Tanamera Indonesia dan Cocar Coffee Rusia. Festival ini juga didukung oleh Kementerian Pertanian RI. Selama Festival berhasil ditandatangani kontrak ekspor kopi Indonesia ke Rusia senilai Rp 2 miliar antara Tanamera dengan importir kopi Rusia, Cocar Coffee. Pengiriman perdana satu kontainer kopi premium dari Indonesia akan dimulai pada akhir Oktober 2019 dan pengiriman selanjutnya 4-5 kontainer setiap bulannya.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, mengatakan Festival Kopi ini digelar untuk memberikan edukasi dan mempromosikan kopi Indonesia ke Rusia, khususnya specialty coffee.

"Empat kali penyelenggaraan Festival Indonesia berdampak pada besarnya minat warga Rusia terhadap kopi Indonesia. Diharapkan nilai ekspor kopi Indonesia ke Rusia terus meningkat mengingat besarnya potensi pasar Rusia," kata Dubes Wahid.

Untuk mendorong promosi dan ekspor kopi Indonesia ke Rusia, Dubes Wahid memberikan penghargaan kepada Kopi Tanamera sebagai The Pioneer of Indonesian Specialty Coffee Exporter 2019, Cocar Coffee sebagai Russian Importer of Indonesian Specialty Coffee 2019, dan KLD Coffee Importers sebagai The Most Active Indonesian Coffee Importer 2019.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya