Berita

Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Sebaiknya Megawati Minta Maaf Ke Emil Salim Atas Perilaku Arteria Dahlan

KAMIS, 10 OKTOBER 2019 | 04:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri disarankan untuk meminta maaf kepada tokoh nasional senior Emil Salim.

Permintaan maaf itu berkaitan dengan perilaku kader PDIP, Arteria Dahlan, yang dianggap tidak sopan terhadap mantan Menteri Lingkungan Hidup tersebut di acara televisi pada Rabu (9/10) malam.

Saran tersebut sebagaimana disampaikan budayawan Sudjiwotedjo melalui akun Twitter pribadi.


“Mbak Mega sebaiknya minta maaf kepada Bapak Emil Salim atas perlakuan kasar anggotanya terhadap sesepuh kita bersama itu,” ujarnya.

Kata Tedjo, seandainya dalam debat di acara TV itu Emil Salim memang salah, tidak sepatutnya diperlakukan secara kasar oleh Arteria.

“Begitu adab kita mengajar. Permintaan maaf langsung dari yang bersangkutan, sudah tidak level lagi, Mbak,” tegasnya.

Perilaku kasar Arteria terhadap Emil Salim terjadi dalam acara Mata Najwa bertajuk “Ragu-Ragu Perppu” yang disiarkan Trans7. Perseteruan terjadi saat keduanya membahas mengenai korupsi di negeri ini.

Awalnya, Profesor Emil Salim dengan lembut hendak menyampaikan pendapat. Bahkan kedua telapak tangannya ditutup dan dimajukan ke depan dada sebagai tanda permohonan maaf jika menyinggung lawan bicara.

“Yang jadi persoalan itu, cara memilih itu, apa bebas dari korupsi,” kata mantan Menteri Lingkungan Hidup itu mengawali.

“Ya iyalah,” sosor Arteria yang merasa pertanyaan itu ditujukan padanya.

Emil Salim kemudian hendak menguraikan maksud ucapannya.

“Ada buku bung. Ada laporan demokrasi korupsi,” katanya yang buru-buru disanggah oleh Arteria.

“Eh jangan. Prof (tadi) nanya saya terpilih bebas korupsi apa nggak, saya yakin (bebas korupsi),” kesal mantan anggota Komisi III DPR itu karena merasa Emil Salim mengalihkan pembicaraan.

“Anda jadi menteri karena proses politik di DPR, Pak. Jangan Anda singgung-singgung DPR seperti itu. Kasih contoh Pak ke generasi muda kita dengan baik,” cerocos Arteria.

Najwa Shihab sebagai moderator lantas menengahi. Dia meminta Arteria untuk mendengar lebih dulu penjelasan Emil Salim.

“Anggota DPR juga kasih contoh mendengarkan secara baik,” tegas Najwa sembari mempersilakan Emil berbicara.

Sontak pemirsa di studio menyoraki Arteria.

“Woi, suporternya suporter apa nih,” kesal politisi berkacamata itu.

Emil lalu melanjutkan bahwa yang menjadi persoalan dalam demokrasi adalah proses pemilihan yang tidak kredibel. Namun saat ingin mengurai lebih jauh mengenai referensi buku yang membahas mengenai hal tersebut, omongan Emil lagi-lagi dipotong Arteria.

“Ada laporan, ada buku namanya Demoracy for Sale,” kata Emil yang belum selesai berbicara karena dipotong Arteria.

“Dengar dulu,” kesal Emil dengan nada tinggi dan melakukan gerakan tangan seolah ingin menggebrak meja lantaran kesal.

Arteria lalu diam. Emil langsung melanjutkan bahwa yang ditangkapi KPK selama ini adalah politisi yang dipilih rakyat. Atas dasar itu, dia mempertanyakan kredibilitas pemilihan Indonesia.

“Jadi (kalau) Bung bangga (jadi DPR karena dipilih), apa betul dipilih secara betul, berapa ongkosnya, dari mana uangnya,” ujar Emil dengan nada yang terus meninggi.

Arteria bangkit dari meja dan menyampaikan sejumlah kata-kata, juga dengan nada tinggi, sebelum akhirnya Najwa mempersingkat sesi tersebut.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya