Berita

Munadi Saleh/Net

Politik

Nyalon Bupati Sukabumi Minimal Harus Punya Uang Rp 10 Miliar

RABU, 09 OKTOBER 2019 | 15:44 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Bukan menjadi rahasia lagi kontestasi politik membutuhkan biaya yang tinggi. Menjelang Pilkada 2020, untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Sukabumi disebut harus memiliki kocek sedikitnya Rp 10 miliar.

Mahalnya biaya Pilkada terjadi lantaran pesta demokrasi ini dilakukan secara langsung dan berimbas pada biaya yang cukup besar.

"Untuk Kabupaten Sukabumi tidak kurang dari Rp 10 miliar. Bahkan bisa lebih. Sebab menghitung biaya yang dibutuhkan," ujar pengamat politik Munandi Saleh kepada Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (9/10).


Biaya besar tersebut untuk berbagai bentuk sosialisasi. Mulai dari pencetakan baliho, atribut, kaos, flyer, dan lainnnya.

"Jumlah pemilih di Kabupaten Sukabumi sekitar 1,8 juta. Ditambah ada 47 Kecamatan dan 386 Desa," ucapnya.

Untuk biaya saksi saja cukup besar. Jika satu orang dianggarkan Rp 100 ribu, maka anggarannya mencapai ratusan juta. Mengacu pada Pilgub lalu, jumlah TPS di Kabupaten Sukabumi mencapai 4018, memerlukan anggaran sebesar Rp 401.800.000.

"Kabupaten Sukabumi jarak antar TPS-nya cukup jauh. Bisa lebih besar anggarannya," ungkapnya.

Hal itu belum ditambah biaya kampanye. Oleh karenanya memerlukan cost yang besar untuk menjadi pemimpin di Kabupaten Sukabumi.

"Pantas memerlukan biaya besar. Calon harus mempersiapkan anggaran miliaran," pungkasnya.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Prabowo Akui Punya DNA India, Suka Bergoyang Kalau Ada Musik

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Total Kini 110 Unit

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50

KPK Harus Tegas, Pengembalian Amplop Raja Juli Tidak Hapus Dugaan Pidana

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Tambang PT PMM, Ada Pegawai Bea Cukai

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43

Prabowo Peluk Erat Modi saat Antar Kepulangannya Menuju India

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34

Kekuatan Jokowi cuma Uang, Bukan Ideologi

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32

Memahami Aturan Paspor Diplomatik: Siapa Saja yang Berhak Memilikinya?

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18

Rekor Baru Messi di Piala Dunia Lewati Maradona

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17

Ketidakadilan Laga Argentina vs Mesir Bersifat TSM

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00

Selengkapnya