Berita

Israel Katz (kiri) mengaku telah mendapat dukungan sejumlah negara Teluk untuk menghadapi Iran/Net

Dunia

Jadikan Iran Musuh Bersama, Israel Gaet Negara Teluk Arab

SENIN, 07 OKTOBER 2019 | 14:02 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Israel mengklaim telah mendapat dukungan dari negara-negara Teluk yang diwujudkan melalui perjanjian nonagresi. Langkah berani ini dilakukan dengan adanya keyakinan bahwa Iran adalah musuh bersama negara-negara tersebut.

"Baru-baru ini, saya telah mempromosikan, di bawah dukungan Amerika Serikat, sebuah inisiatif politik untuk menandatangani 'perjanjian nonagresi' dengan negara-negara Teluk Arab," tulis Menteri Luar Negeri, Israel Katz dalam akun Twitter pribadinya, Minggu (6/10), yang dikutip Al Jazeera.

Lebih lanjut, Katz mengatakan langkah bersejarah itu akan mengakhiri konflik dan memungkinkan adanya kerja sama sipil hingga perjanjian damai.


Sebelumnya, pada akhir September di Majelis Umum PBB, Katz menekankan bahwa Iran telah mengancam stabilitas dan keamanan di Timur Tengah. Katz juga diketahui telah membahas rencana 'nonagresi' dengan Menteri Luar Negeri Arab dan utusan Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah.

"Kami membahas secara mendalam realitas regional dan cara-cara untuk menghadapi ancaman Iran, dan pada saat yang sama kami menyetujui proses untuk mempromosikan kerja sama sipil antara kedua negara," kata Katz.

Diketahui, hampir semua negara Arab, kecuali Mesir dan Yordania, tidak mengakui Israel karena pendudukan ilegal di tanah Palestina. Tetapi, kekhawatiran negara-negara Arab terhadap Israel tidak sebesar kecemasan terhadap Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Dukungan Iran untuk proxy war di Suriah, Irak, Lebanon, dan Yaman telah mengkhawatirkan banyak orang. Termasuk Israel dan Arab Saudi. Terutama sejak sebuah serangan terhadap fasilitas minyak Saudi pada 14 September lalu.

Sebuah sumber Wikileaks pada 2009 bahkan melaporkan bahwa negara-negara Teluk percaya mereka dapat mengandalkan Israel untuk melawan Iran.
 
Namun menurut seorang Profesor Studi Amerika di Universitas Teheran, langkah ini justru jadi sangat positif bagi Iran. Karena telah menjadi rahasia umum bahwa Israel, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab telah menjadi sekutu di belakang layar selama bertahun-tahun.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya