Berita

Didi Irawadi Syamsudin/Net

Politik

Soal Perppu KPK, Demokrat: Ini Jalan Tengah Terbaik

SENIN, 07 OKTOBER 2019 | 09:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Politikus Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsudin memberikan pendapatnya perihal Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk menggantikan UU No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang disahkan 17 September lalu.

"Menurut kami ada pasal-pasal yang tidak netral, seperti penunjukkan dewan pengawas oleh presiden. Ini bias dan menunjukkan potensi abuse of power," ujar Didi dalam diskusi di sebuah stasiun televisi swasta, Senin (7/10).

Lebih lanjut, putra Amir Syamsudin ini menyatakan jika Dewan Pengawas dibentuk, kewenangannya dalam hal penyadapan tidak melebihi komisioner, seperti dalam UU yang baru.


Oleh karenanya, dewan ini harus terdiri dari banyak unsur. Tidak hanya dari Presiden dan DPR, tapi juga KPK dan tokoh-tokoh independen yang berintegritas.

Atas hal ini, Didi mengungkapkan, Partai Demokrat sependapat dengan para ahli yang menyatakan salah satu pasal penting ini harus diperbaiki.

"Kita (Partai Demokrat) dukung manakala Perppu ini menuju perbaikan UU KPK ke depan. Saran saya (UU KPK) ditangguhkan, agar semua pihak punya peran. Baik presiden, DPR, dan masyarakat," ujar Didi merujuk pada potensi dikeluarkannya Perppu untuk menangguhkan UU KPK yang baru.

"Saya rasa ini jalan tengah terbaik, baik presiden dan DPR tidak ada yang kehilangan muka," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya