Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Kabinet Kerja Jilid 2, Jokowi Harus Beri Porsi Lebih Ke Kalangan Profesional

SENIN, 07 OKTOBER 2019 | 09:02 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Jelang pelantikan Jokowi 20 Oktober mendatang, publik mengharapkan kepemimpinan periode keduanya bersama Makruf Amin lebih kerja keras dalam mewujudkan janji politiknya.

Direktur Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an menyatakan di periode keduanya Jokowi harus berani lebih banyak memasukkan kelompok profesional dalam kabinet kerja jilid 2. Tujuannya adalah menyaring orang-orang yang memiliki keahlian dalam setiap bidang yang akan dikerjakan sebagai menteri atau kepala badan negara.  

"Istilahnya zaken kabinet (kabinet ahli). Di sini tak perlu ada dikotomi orang partai dan non-partai. Siapapun orangnya jika punya keahlian di bidangnya dan mampu membantu pemerintahan mendatang, sangat dipersilahkan masuk kabinet," demikian kata Ali Rif'an kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (7/10).


Dalam beberapa kesempatan Jokowi selalu menyampaikan bahwa kedepan Indonesia memiliki tantangan yang lebih berat,termasuk ancaman gejolak ekonomi global dan kompetisi antar negara yang sangat cepat.

"Seperti dikatakan Jokowi, kompetisi negara-negara ke depan itu bukan lagi negara besar mengalahkan negara kecil, namun negara cepat mengalahkan negara lambat," tukasnya.

DIketahui, jelang pelantikan wajah kabinet Jokowi hingga saat ini masih gelap. Beberapa pihak berspekulasi mantan Gubernur DKI Jakarta itu sedang kebingungan menghadapi berbagai tekanan politik, baik dari elite koalisi, kritik masyarakat.

Kegalauan Jokowi ditengarai juga disebabkan oleh sikap penolakan anggota koalisi soal kabar merapatnya gerindra ke dalam koalisi Kabinet kerja jilid 2.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya