Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

REVISI UU KPK

Argumentasi DPR Justru Melemahkan, Presiden Harus Terbitkan Perppu KPK

MINGGU, 06 OKTOBER 2019 | 13:22 WIB | LAPORAN:

Sejumlah elemen yang tergabung Koalisi Save KPK menggelar konferensi pers berjudul "Presiden Harus Tolak Revisi UU KPK, Segera Terbitkan Perppu!", Minggu (6/10).

Dalam konferensi tersebut, peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan, Fajri Nursyamsi memaparkan Perppu KPK yang hanya bisa dikeluarkan presiden sangat mendesak untuk diterbitkan.

Desakan itu muncul pasca diterbitkannya revisi UU 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) yang disahkan jelang berakhirnya masa jabatan DPR periode 2014-2019.


"Tidak ada argumentasi dari pernyataan DPR yang mengatakan revisi UU KPK menguatkan KPK. Yang ada justru argumentasi melemahkan KPK," ujarnya.

Dalam revisi UU KPK tersebut, Fajri menilai justru kewenangan KPK malah dipersempit. Selain itu, indikasi pelemahan KPK lainnya yakni petugas lembaga antirasuah yang diikat statusnya sebagai aparatur Sipil Negara (ASN).

Fajri mengkhawatirkan jika revisi UU KPK ini disahkan, maka pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK akan tidak lebih tajam dari yang sudah dilakukan sebelum-sebelumnya.

Diketahui, wacana penerbitan Perppu KPK muncul di tengah masifnya penolakan dari piluhan ribu mahasiswa dan masyarakat sipil atas pengesahan revisi UU KPK. Bahkan sekelompok tokoh bangsa juga menyuarakan pentingnya presiden Jokowi menerbitkan Perppu KPK.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya