Berita

Kiai Muhammad Abbas Billy Yachsi Fuad Hasyim/RMOLJabar

Nusantara

Wanti-Wanti Pemerintah, Kiai NU Cirebon: Bahaya Jika Rakyat Lakukan Revolusi

SABTU, 05 OKTOBER 2019 | 20:56 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Dalam menghadapi situasi politik saat ini, masyarakat diimbau untuk bersatu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebab dewasa ini, fenomena politik sudah sangat mengkhawatirkan.

Begitu dikatakan Kiai Muhammad Abbas Billy Yachsi Fuad Hasyim. Menurut kiai NU ini, saat ini ada pihak yang sedang melakukan rekayasa politik melalui adu domba dengan memakai berbagai macam bendera.

"Masyarakat Indonesia harus bersatu karena ada banyak kelompok, baik yang ada di dalam negeri maupun di luar, sedang merekayasa politik melalui Ideologi dan separatisme," tutur Kiai Abbas kepaa Kantor Berita RMOLJabar saat ditemui di Pondok Pesantren Buntet Cirebon, Jumat (4/10).


Ia melanjutkan, para kiai NU mendukung penuh langkah pemerintah dalam melakukan penegakan hukum. Dia menuding saat ini ada demo-demo yang merekayasa politik agar Indonesia hancur dan tercerai-berai.

"Kami berharap pada pemerintah yang memiliki alat pertahanan negara, TNI dan Polri jangan ragu untuk menghentikan kelompok-kelompok yang ingin Negara Kesatuan Republik Indonesia ini hancur, melalui berbagai macam gangguan ketertiban di tengah masyarakat," tegasnya.

Bukan tanpa alasan, jika pemerintah abai terhadap kelompok-kelompok tersebut, bukan tidak mungkin pertumpahan darah terjadi di tengah masyarakat.

"Pemerintah harus membedakan mana kelompok yang menyurakan penolakan RUU secara demokratis dan ada kelompok yang mendompleng untuk makar. Jangan sampai masyarakat melakukan revolusi, karena sangat berbahaya," tutupnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya