Berita

Wartawati Narasi TV, Vany Fitria/RMOL

Politik

Cerita Lengkap Wartawati Narasi TV Yang Ponselnya Dirusak Aparat Saat Aksi STM

SABTU, 05 OKTOBER 2019 | 01:19 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Seorang reporter wanita dari media, Narasi TV mendapat perlakuan intimidasi dan tindakan kekerasan dari oknum aparat. Insiden itu terjadi saat yang bersangkutan meliput aksi bentrokan antara anak STM dengan aparat kepolisian di sekitaran gedung DPR RI.

Wartawati itu bernama Vany Fitria. Kepada Kantor Berita Politik RMOL, Vany membeberkan tindakan intimidatif aparat yang mengawal aksi pelajar STM tersebut.

Vany menjelaskan, kejadian tindakan yang dialaminya terjadi pada Rabu (25/9) malam di Jalan Gatot Subroto. Tepatnya di bawah Flyover Senayan, persimpangan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Gerbang Pemuda, dekat restoran Pulau Dua.


Kala itu, Vany sedang melakukan perekaman video saat aparat menembakkan gas air mata terhadap massa anak STM dengan menggunakan ponselnya.

"Aku lagi ngeliput keadaan itu massa STM melawan polisi. Aku lagi ngeliput ambil (ngerekam) video polisi ngelempar (menembakkan) gas air mata," ucap Vany Fitria kepada Kantor Berita Politik RMOL di Polda Metro Jaya, Jumat (4/10) malam.

Tak lama kemudian, Vany mengaku dihampiri oleh segerombolan aparat keamanan yang menggunakan seragam serba berwarna hitam.

Kedatangan mereka bukan tanpa maksud, melainkan langsung menginterogasi Vany dan melarang untuk merekam video.

"Terus banyak polisi datang ke aku, waktu itu mereka (bilang) jangan ngerekam, kamu mau ngapain mbak, kamu siapa," jelasnya.

Mendengar itu, Vany menjelaskan bahwa dirinya merupakan seorang wartawati yang sedang melakukan tugas peliputan. Dia juga menunjukkan kartu identitasnya sebagai reporter dari media Narasi TV.

Namun tiba-tiba, kata Vany, dia langsung dipukul oleh aparat lain yang menggunakan tameng dari arah belakang. Tak sampai di situ, ponsel yang digenggam Vany juga langsung dirampas oleh oknum aparat tersebut.

"Terus aku dipukul sama tameng di belakang, abis itu HP aku diambil, mereka gak bilang a, b, c langsung ambil saja," ungkapnya.

Usai dirampas, oknum aparat tersebut membanting ponsel milik Vany ke aspal hingga rusak. Tak lama kemudian, saat oknum tersebut hendak mengambil ponsel yang telah dibanting, salah seorang oknum lainnya langsung mengambil ponsel tersebut dan membawanya ke kerumunan anggota aparat lainnya.

"Abis itu dibanting di aspal pas mau dibanting lagi ada temannya ngambil HP itu, terus dibawa ke kerumunan pletonnya, jadi ibaratnya polisi (berbadan) gede-gede (berseragam) hitam-hitam semua aku nggak ngerti mukanya, siapa namanya, siapa," terangnya.

Melihat itu, Vany mengaku hanya pasrah karena tidak berani untuk meminta ponsel miliknya dirampas karena dibawa ke kerumunan puluhan aparat.

"(Hingga saat ini) belum dikembaliin juga dan nggak ada," katanya.

Sehingga, Vany mengaku hanya berharap agar pelaku tindakan intimidasi dan tindakan kekerasan terhadap wartawan segera ditangkap dan diproses secara hukum.

Dengan didampingi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, Vany telah melaporkan kasus ini ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Dia berharap kasus ini segera diproses dan naik meja hijau.

“Diusut tuntas, untuk menegakkan UU Pers. Ke depannya supaya tidak ada kejadian serupa," tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya