Berita

Wiranto/Net

Politik

Ketum KKBMM: Pernyataan Wiranto Cederai Kerukunan Di Maluku

KAMIS, 03 OKTOBER 2019 | 19:48 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pernyataan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Wiranto tentang pengungsi di Ambon, Maluku, membuat sejumlah pihak naik pitam.

Salah satunya Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Besar Masyarakat Maluku (KKBMM) yang merasa keberatan jika pengungsi korban bencana gempa bumi menjadi beban pemerintah. Pernyataan itu, kata Ketua Umum (Ketum) KKBMM, Djamaluddin Koedoeboen tidak mencerminkan sebagai pejabat negara.

"Bahwa pernyataan Menko Polhukam RI tersebut tidak mencerminkan sebagai pejabat negara dan seorang pembantu presiden," ujarnya dalam pernyataan sikap yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (3/10).


Kata Djamaluddin, pernyataan kontroversi Wiranto patut disayangkan mengingat negara juga kerap tidak hadir bersentuhan secara langsung terhadap masyarakat di Maluku.

Sementara di satu sisi, masyarakat Maluku juga masih menyimpan sejarah kelam masa lalu dengan Wiranto.

“Contoh paling nyata ketika terjadi kerusuhan 20 tahun silam. Bapak Wiranto selaku Panglima ABRI telah gagal mengemban tugas, paling tidak mencegah warga negara berseteru," jelasnya.

Menurutnya, masyarakat Ambon sudah bahu membahu dalam menangani bencana gempa. Bahkan ada hikmah besar di balik bencana tersebut, di mana orang-orang yang beda agama dan pernah berkonflik menjadi saling merangkul.

Sedangkan pernyataan mantan ketum Hanura itu seolah merusak kerukunan warga.

“Kita saling sambut, saling tolong, penuh kasih dan sayang. Semestinya tidak Bapak (Wiranto) cederai dan lecehkan," tegasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya