Berita

Pelantikan DPR periode 2019-2024/RMOL

Politik

WALHI: Masa Depan Lingkungan Hidup Suram Di Tangan DPR Periode Baru

KAMIS, 03 OKTOBER 2019 | 04:24 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Komposisi anggota DPR RI periode 2019-2024 yang separuhnya merupakan petahana diprediksi tak akan mengubah suramnya agenda penyelamatan lingkungan.

Hal itu makin diperparah dengan minimnya pemahaman problematika struktural lingkungan hidup dan sumber daya alam oleh para anggota yang sudah dilantik.

yang lebih menghawatirkan, sembilan partai politik yang melenggang ke Senayan juga sama sekali tak memiliki visi misi dan agenda lingkungan hidup yang berkeadilan bagi rakyat.


Hal itu disampaikan Koordinator Desk Politik Eksekutif Nasional WALHI, Khalisah Khalid merespons susunan 575 anggota DPR RI yang dilantik.

"Agenda penyelamatan lingkungan hidup semakin suram ke depan, karena anggota DPR 2019-2024 'wajah baru' juga akan berhadapan dengan status quo, yakni penguasa politik yang sekaligus menjadi penguasa ekonomi dan para oligarki yang telah duduk sebelumnya di gedung parlemen," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (2/10).

Ia melanjutkan, hampir separuh legislator yang duduk di parlemen adalah seorang pebisnis. Hal ini mengkhawatirkan lantaran berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dalam proses legislasi ke depan.

Kekhawatiran publik makin menjadi saat sejumlah RUU sudah disiapkan menyokong investasi industri ekstraktive, seperti RUU Pertanahan, RUU Minerba, dan RUU Perkelapasawitan.

"Terlebih partai politik dominan hari ini bagian dari oligarki yang melanggengkan praktik pelanggaran HAM, penghancuran lingkungan hidup dan ruang hidup rakyat," tambahnya.

Di sisi lain, ia berharap para legislator yang baru dilantik belajar dari gerakan protes masyarakat baru-baru ini yang merasa dikhianati oleh para wakilnya di Senayan.

Menurutnya, demonstrasi dan turun ke jalan merupakan cara rakyat mendidik penguasa agar tidak semena-mena memperlakukan rakyat dengan mengeluarkan kebijakan politik yang serampangan.

"Kenyataan yang ada saat ini, partai politik yang dominan absen dalam menyuarakan agenda lingkungan hidup dan rakyat. Ke depan, yang harus diperjuangkan bersama gerakan rakyat adalah mendorong lahirnya kekuatan politik alternatif yang memiliki agenda lingkungan hidup dan kerakyatan," tandasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya