Penyerahan puluhan senjata eks kombatan/Ist
Puluhan pucuk senjata berhasil diperoleh Satgas Kontingen Garuda (Konga) NI XXXIX-A RDB/MONUSCO dari eks kombatan kelompok bersenjata Kabege di markas Indo RDB, Kalemie, Provinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo.
Komandan Satgas (Dansatgas) TNI Konga XXXIX-A RDB Monusco, Kolonel Inf Dwi Sasongko, menjelaskan, ada 48 pucuk senjata yang terdiri dari, 41 pucuk AK-47, 1 pucuk Mortir 60 LR, 2 pucuk Machine Gun, 2 pucuk RPG, 2 pucuk senjata Arquebus, 1 buah granat, ratusan butir munisi, ratusan busur, dan ribuan anak panah.
Menurutnya, hal itu merupakan tugas Satgas di bawah bendera PBB untuk melaksanakan misi perdamaian di Republik Demokratik Kongo.
"Dalam melaksanakan tugas dengan menganut sistem terbaru, yaitu United Nations Peacekeeping Capability Readiness System (UNPCRS) sesuai mandat PBB, yaitu
protection of civilian, pendekatan
civil and military coordination (Cimic) merupakan ujung tombak yang ampuh dalam rangka menggalang dan melaksanakan pendekatan kepada warga masyarakat,†ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (2/10).
Dijelaskan, Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB Monusco merupakan satgas batalyon gerak cepat pertama yang berasal dari Indonesia di bawah bendera PBB dengan kekuatan satu batalyon sebanyak 850 personel terbaik dan terpilih, termasuk 23 prajurit wanita TNI terdiri dari gabungan tiga matra.
Saat ini, kata dia, telah terdata sebanyak 1.127 pria dan 316 wanita eks kombatan telah menyerahkan diri dan menginginkan hidup damai serta berdampingan seperti warga masyarakat lainnya.
Ia pun menyebut pendekatan komunikasi dan kemampuan bersinergi dengan warga masyarakat serta aparat pemerintah setempat telah membuahkan hasil. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya warga eks kombatan dari berbagai kelompok bersenjata yang sukarela menyerahkan peralatan perang.
"Penyerahan peralatan perang berupa senjata, busur, panah dan senjata tajam lainnya diberikan secara sukarela,†jelas Kolonel Inf Dwi Sasongko.
Senjata yang telah diserahkan tersebut selanjutnya akan diproses dan ditindaklanjuti oleh Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDR-RR) Monusco.