Berita

Ketua Umum Forum Rekonsiliasi Masyarakat (Rekat), Eka Gumilar/net

Politik

Rekat Gelorakan Persatuan Dan Kesatuan Lewat Dialog Kebangsaan, Hadir Menteri Pertahanan

RABU, 02 OKTOBER 2019 | 12:15 WIB

Persatuan antar anak bangsa harus terus digelorakan demi keutuhan bangsa dan negara Indonesia. Pancasila sebagai simbol negara juga harus dijaga.

Demikian disampaikan Ketua Umum Forum Rekonsiliasi Masyarakat (Rekat), Eka Gumilar saat memberi sambutan pada acara dialog bertema "Jaga Bhinneka Tunggal Ika, Siap Bela Negara, Indonesia Rumah Kita" di Grand Sahid Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (2/10).

"Di tempat ini kita berkumpul menyuarakan persatuan dan kesatuan," ujar Eka.


Menurut Eka, pihaknya sudah sering menyuarakan hal serupa. Dia tidak ingin ada potensi ancaman yang dapat meruntuhkan kebhinekaan karena Indonesia tidak hanya dihuni satu kolompok saja. Untuk menjaga persatuan dan kesatuan, semua pihak diajak mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.

Selain itu, Eka berharap nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata masyarakat.

"Rekat akan terus bergerak menyuarakan persatuan. Rekat sudah beberapa kali menggelar acara dan semoga menginspirasi di daerah-daerah lain. Rekat harus mampu melepaskan kepentingan kolompok dan kepentingan bangsa harus diutamakan," katanya.

Selain itu, Eka menyampaikan ada tiga hal yang dapat mempersatukan antar anak bangsa di tengah keberagaman suku, etnis, budaya, dan keyakinan ini. Ketiga hal itu adalah jiwa kehormatan, jiwa cinta dan jiwa yang bermental raja.

Jiwa kehormatan menurut Eka adalah jiwa yang memiliki karya, bukan menciptakan perceraiberaian. Sementara jiwa cinta menekankan akan persatuan dan kesatuan. Adapun jiwa yang bermental raja adalah pemimpin yang selalu siap berjuang dan berkorban. Tidak hanya materi, tapi juga sang pemimpin demikian siap mengorbankan jiwa kepada rakyatnya.

"Itu nasihat kakek ke saya dan saya ingat dan pelajari. Kakek saya dulunya pejuang," papar Eka yang juga mantan Caleg Partai Gerindra ini.

Dialog kebangsaan ini dihadiri Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu, Ustaz Zaitun Rasmin, T. Muadzakir Manaf, dan tokoh-tokoh lainnya dari Aceh sampai Papua.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya