Berita

Perayaan hari jadi China ke-70/CBSNews

Dunia

Ulang Tahun Ke-70 China, Presiden Xi Jinping: Tak Ada Kekuatan Yang Bisa Guncang Tanah Air

SELASA, 01 OKTOBER 2019 | 19:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah China menggelar parade militer akbar dalam menyambut ulang tahun ke-70. Acara yang digelar pada Selasa (1/10) ini dijadikan ajang show of force bagi pemerintah China.

"Tidak ada kekuatan yang dapat mengguncang status tanah air kita yang agung dan tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan kemajuan bangsa China," ujar Presiden China, Xi Jinping dalam pidato yang disiarkan secara nasional seperti yang dimuat oleh CBSNews.

Perayaan tersebut dimulai ketika truk pembawa senjata masuk bersama dengan rudal berkemampuan nuklir. Rudal ini digadang-gadang dirancang khusus untuk menghindari pertahanan Amerika Serikat.


Sembari mengenakan jaket Mao abu-abu, Xi bergabung di mimbar Tianamen bersama Perdana Menteri Li Keqiang dan mantan Presiden Hu Jintao dan Jiang Zemin.

Setelah Xi memberikan pidato, militer China melakukan parade. Dalam parade ini, militer China memamerkan senjata paling canggih dan baru diperlihatkan untuk kali pertama.

Tentara PLA berbaris di depan Xi dan pemimpin lainnya di Lapangan Tiananmen yang merupakan jantung politik sekaligus simbolis negara China. Peristiwa ini disambut oleh ribuan penonton yang melambaikan bendera China sembari jet tempur terbang rendah di atas kepala.

Parade kemudian mempertunjukkan berbagai teknologi senjata China seperti misil, drone, dan bidang lainnya yang hampir menyamai AS, Rusia, dan Eropa.

Salah satu yang menarik perhatian adalah Dongfeng-17, sebuah rudal balistik nuklir hipersonik yang diyakini mampu menembus semua perisai anti-rudal yang ada yang dikerahkan oleh AS dan sekutunya.

Teknologi kendaraan hypersonic glide milik DF-17 memungkinkan rudal itu untuk terbang pada ketinggian yang jauh lebih rendah sesaat sebelum mengirimkan hulu ledaknya, yang akan sulit dideteksi maupun dicegat oleh musuh.

Rudal lain yang ditampilkan adalah Dongfeng-41. Rudal tersebut diyakini memiliki jangkauan hingga 9.400 mil, yang akan membuatnya menjadi rudal militer jarak jauh di dunia. Analis mengatakan rudal itu dapat membawa sebanyak 10 hulu ledak untuk mencapai target yang terpisah.

Pada awal tahun ini, dalam laporan Badan Intelijen Pertahanan AS, China telah mengembangkan kemampuan militer yang dapat menjangkau musuh potensial di seluruh dunia. Jika dibandingkan, menurut SIPRI, China memiliki sekitar 280 hulu ledak nuklir, 6.450 untuk Amerika Serikat dan 6.850 untuk Rusia.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya