Berita

Salah satu keluarga polisi yang menjadi korban demonstrasi mahasiswa/Ist

Presisi

Keluarga Minta Pendemo Jangan Musuhi Polisi

SENIN, 30 SEPTEMBER 2019 | 01:18 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Sejumlah keluarga polisi yang menjadi korban kekerasan demonstrasi mahasiswa dan pelajar menyesalkan tindakan anarkis sejumlah oknum pendemo. Sebab para pendemo tak seharusnya memusuhi polisi, karena mereka hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat.

“Kami sedih sekali karena keluarga kami yang menjadi anggota Polri mengalami musibah seperti ini kala bertugas. Kami berharap tidak ada demo-demo anarkis seperti ini lagi,” kata Siti Romlah, salah seorang anggota keluarga polisi yang menjadi korban bentrokan mahasiswa-polisi saat ditemui di RS Polri Kramatjati, Minggu (29/9).

Kakak kandung Baratu Rafifuljana yang mengalami luka patah tulang akibat lemparan batu ini menjelaskan, adiknya terluka saat mengawal demonstrasi mahasiswa di Gedung DPR. Adiknya mengalami patah tulang di bagian hidung karena helm yang digunakan pecah akibat lemparan batu.


“Saya berharap, para mahasiswa jangan menjadikan polisi sebagai musuh, tapi seharusnya merekaberterima kasih dengan kehadiran polisi dalam mengatur ketertiban umum,” ujar Siti.

Hal senada juga disampaikan Maria Pardede, ibu kandung Bripda Slamet R Sihombing yang menderita patah tulang bahu akibat lemparan batu.

“Harapan saya kalau demo damai-damai saja. Peristiwa kemarin sungguh mengerikan, polisi seperti anak saya hanya menjaga ketertiban saja dan bukan musuh para mahasiswa,” katanya.

Maria menuturkan saat anaknya mengalami musibah itu, anaknya sama sekali tak memberi tahu dia dan keluarganya. “Dia cuma menanyakan kondisi satu persatu keluarga kami, padahal saat itu dia sendiri sudah mengalami luka parah,” katanya.

Menurut Kasubdit Kedokteran Forensik RS Polri, dr Lastri, selama sepekan kemarin sebanyak 39 orang anggota Polri di luar mahasiswa menjadi korban bentrokan. Rata-rata mereka mengalami luka di bagian kepala akibat lemparan batu dan pukulan benda tumpul.

“Dari 29 orang anggota Polri, 15 terpaksa dirawat dan 7 orang dirawat hingga hari ini karena baru saja menjalani operasi. Sementara sisanya bisa langsung pulang karena mengalami luka ringan,” pungkasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya