Berita

Ketua KKSS Papua, Mansyur (kiri)/Net

Nusantara

24 Warga Sulsel Tewas Di Papua, KKSS Desak Negara Segera Turun

SABTU, 28 SEPTEMBER 2019 | 22:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kecaman keras disampaikan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) atas meninggalnya 24 warga Sulsel dalam kerusuhan yang melanda Kabupaten Jayawiyaja, Kota Wamena, Provinsi Papua pada Rabu (23/9) lalu.

Berbagai upaya kini dilakukan Badan Pengurus Pusat (BPP) KKSS untuk melindungi warganya. Wakil Ketua BPP KKSS Andi Jamaro Dulung bahkan mengeluarkan imbauan kepada Ketua BPW Papua dan BPD KKSS Wamena agar segera melakukan upaya rekonsiliasi dengan pimpinan paguyuban suku pendatang dan suku-suku asli di Wamena.

Sementara di satu sisi, katanya, pengurus pusat akan mengupayakan penyelamatan dengan berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan HAM (Kemenko Polhukam). Mereka akan mendesak kementerian pimpinan Wiranto itu untuk terlibat dalam upaya penyelamatan warga di Wamena.


“Kami meminta kepada negara untuk segera memulihkan keamanan dan memberi perlindungan kepada masyarakat, terutama masyarakat pendatang,” tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima.

Ketua KKSS Papua, Mansyur menguraikan bahwa saat sebanyak 256 warga KKSS mengungsi di asrama Lanud 751 Jayapura.

KKSS telah memberikan bantuan dengan membuka dapur umum. Dapur ini menyediakan makanan bagi 2.000-an pengungsi yang mayoritas para pendatang.

“Jenazah korban tewan dari KKSS yang telah dipulangkan sebanyak 10 orang. Sedang sebagian dimakamkan di Jayapura,” urainya.

Mayoritas mereka yang meninggal karena terkena panah dan tembakan oleh kelompok kriminalitas bersenjata di Papua saat kerusuhan terjadi.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya