Berita

Bukit Duri pada 28 September 2016/Net

Jaya Suprana

Bukit Duri Tertusuk Duri

SABTU, 28 SEPTEMBER 2019 | 06:55 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PADA 28 September 2016 merupakan hari naas bagi para warga Bukit Duri yang digusur secara sempurna melanggar hukum akibat tanah dan bangunan yang digusur sebenarnya masih dalam proses hukum di Pengadilan Negeri dan PTUN.

Derita Berkelanjutan


Derita warga Bukit Duri masih berlanjut sebab setelah digusur mereka masih harus ikhlas dihujat oleh para pendukung penggusuran sebagai sampah masyarakat bahkan kaum kriminal perampas tanah negara.


Malah di jalur hukum pun derita warga Bukit Duri masih berkelanjutan akibat meski kemudian dimenangkan majelis hakim PN dan PTUN maupun Pengadilan Tinggi namun dikalahkan majelis hakim Mahkamah Agung melalui sidang tertutup tanpa penjelasan alasan dikalahkan.

Penggusuran terhadap warga Bukit Duri bukan hanya melanggar hukum namun secara berlapis melanggar Hak Asasi Manusia plus melanggar agenda Pembangunan Berkelanjutan yang telah disepakati para anggota PBB termasuk Indonesia sebagai pedoman pembangunan planet bumi abad XXI tanpa mengorbankan alam dan rakyat kecil, juga merupakan pelanggaran makna luhur terkandung pada sila Kemanusiaan Adil dan Beradab mau pun melanggar ajaran kasih-sayang yang diajarkan semua agama.

Tragedi Kemanusiaan

Saya kagum serta terharu atas kesabaran bahkan keikhlasan warga tergusur Bukit Duri memikul beban derita berlapis akibat perlakuan tidak manusiawi terhadap mereka.

Namun saya merasa malu bahkan sangat malu akibat pada hari naas Bukit Duri Tertusuk Duri itu, terbukti saya sama sekali tidak berdaya mencegah angkara murka ingkar kemanusiaan yang dilakukan sesama manusia terhadap sesama manusia.

Jika di masa lalu konon pena lebih tajam ketimbang pedang ternyata di masa kini terbukti laptop saya sama sekali tidak berdaya melawan keganasan bulldozer segede raksasa bengkak dikawal laskar Satpol PP dikawal TNI dan polisi membumi-ratakan gubuk dan tanah yang sudah sejak lama dihuni secara turun-menurun oleh sesama warga Indonesia.

Alih-alih ikut menikmati nikmatnya kemerdekaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia, ternyata masih ada sesama rakyat Indonesia terpaksa merasakan derita digusur bukan oleh penjajah namun oleh sesama bangsa sendiri.

Saya bersujud memanjatkan doa permohonan kepada Yang Maha Kasih berkenan melimpahkan kekuatan lahir dan batin kepada para warga tergusur dalam memikul beban derita yang hanya dapat dirasakan oleh mereka yang mengalami derita digusur atas nama pembangunan. Amin.

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Sidang Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas Dikawal Puluhan Banser

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:13

Pramono Setop Izin Baru Lapangan Padel di Zona Perumahan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:08

Komisi II DPR Dorong Partisipasi Publik dalam Penyusunan RUU Pemilu

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:07

Usulan Masyarakat Patungan MBG Dinilai Problematis

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

CELIOS Surati Presiden, Minta Perjanjian Tarif Indonesia-AS Dibatalkan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

Tewasnya El Mencho Disebut-sebut Bagian dari Operasi Senyap Trump Basmi Kartel Meksiko

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:56

Ribuan Buruh Bakal Kepung DPR Tuntut Pembatalan Impor Pickup 4x4

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:49

Emas Antam Loncat Rp40 Ribu Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:44

Gubernur Lemhannas: Potensi Konflik Global Bisa Picu Perang Dunia Ketiga

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:39

KSPI Tuduh Perusahaan Gunakan Modus “Dirumahkan” via WhatsApp untuk Hindari THR

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:28

Selengkapnya