Berita

Konferensi pers kepulangan mahasiswa Unjani/RMOLJabar

Nusantara

Enam Mahasiswa Unjani Akhirnya Pulang Usai Ditahan Saat Demo Jakarta

SABTU, 28 SEPTEMBER 2019 | 05:51 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sempat hilang usai mengikuti unjuk rasa di Jakarta, enam mahasiswa Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) akhirnya pulang pada Kamis malam (26/9).

Para mahasiswa ini diketahui ditahan Polda Metro Jaya untuk proses penyelidikan pasca demo Selasa lalu (24/9).

Dilansir Kantor Berita RMOLJabar, keenam mahasiswa yang turut serta dalam aksi penolakan RKUHP dan revisi UU KPK adalah mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro.


"Mereka tiba ke Jakarta pukul 17.30 WIB, sementara demo dibubarkan pukul 18.00 WIB. Jadi posisinya mereka itu terlambat datang ke Jakarta karena terjebak macet di tol," kata  Wakil Rektor III Unjani, Asep Kurniawan saat konferensi pers yang dihadiri Kapolres Cimahi di Unjani, Jumat (27/9).

Saat tiba di Palmerah, Jakarta Barat, jelasnya, keenamnya memutuskan untuk kembali pulang. Akan tetapi, kericuhan kembali terjadi sehingga mereka bersama-sama berlari dan terjaring dalam sweeping petugas kepolisian.

"Mereka dibawa ke Polres dulu kemudian dibawa lagi ke Polda Metro Jaya disatukan dengan mahasiswa lainnya yang turut diamankan," ungkapnya.

Selama di Polda Metro Jaya, mereka diperlakukan dengan baik dan tidak ada intimidasi maupun tindak kekerasan.

"Kondisi saat di sana mereka baik, mereka diberi makan dan sebagainya karena baru penyelidikan," ujarnya.

Sebelumnya, pihak rektorat membentuk tim bernama Tim Rusa Hitam untuk menggali keakuratan informasi dan melakukan upaya penjemputan keenam mahasiswa yang diamankan kepolisian. Sebab sebelumnya, beredar informasi yang masih simpang siur.

"Tim ini yang akhirnya negosiasi dengan syarat penjaminan, akhirnya keenamnya bisa kembali pulang tiba tengah malam sekitar jam 00.30 WIB di Cimahi yang dijemput oleh tim yang dibentuk kami," tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya