Berita

Dedi Prasetyo/Net

Presisi

Investigasi Kematian Randi Ditangani Langsung Mabes Polri

JUMAT, 27 SEPTEMBER 2019 | 15:40 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kasus kematian mahasiswa Universitas Halu Oleo, Randi kini ditangani langsung oleh Mabes Polri dan Polda Sulawesi Tenggara (Sultra).

Randi meninggal dalam aksi di depan gedung DPRD Sultra, pada Kamis (27/9). Dia didua meninggal setelah tertembak di bagian dada sebelah kanan.

“Mabes dan Polda bersama melaksanakan investigasi secara terbuka untuk mengetahui kejadian sebenarnya,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada Kantor Berita Politik RMOL, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (27/9).


Penyelidikan dan investigasi untuk membuktikan bahwa Randi (21) tewas terkena peluru tajam dengan proses ilmiah, seperti melakukan uji balistik terhadap peluru, menganalisa rekaman CCTV dan pemeriksaan saksi-saksi serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Agar kesimpulan yang didapat komprehensif,” jelas Dedi.

Polri, tekan Dedi, tidak pandang bulu apabila nanti terbukti dari proses ilimah menyatakan bahwa pelaku penembakan mahsiswa adalah anggota kepolisian.

“Kita akan proses pidana sesuai mekanisme, kita akan tindak tegas,” tekan dia.

Saat ini, sambung Dedi, tim Propam Mabes Polri yang diketuai oleh Karo Propam Polri Brigjen Hendro Pandowo dengan Tim Itwasum Brigjen Denni Gapril sudah turun langsung ke Kendari.

“Dua orang ini bekerja untuk memastikan apakah ada kesalahan SOP dan lain-lain,” pungkas Dedi.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini menambahkan, bahwa peristiwa di Kendari ini tidak menutup kemungkinan adanya pihak ketiga yang bermain untuk menciptakan martir guna membuat gelombang kerusuhan yang lebih besar.

“Tim investigasi gabungan akan bekerja. Polri bersama pihak universitas siapapun yang terkait akan gabung dalam tim tersebut untuk mengungkap apa penyebab meninggalnya adik nahasiswa ini dan akan kita buka setransparan mungkin,” demikian Dedi.  

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya