Berita

Foto:Rep

Nusantara

Mahasiswa Dipukuli Di Medan, YRKI Minta Komnas HAM Dan Kompolnas Segera Bertindak

RABU, 25 SEPTEMBER 2019 | 11:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Aksi mahasiswa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Kota Medan, berakhir ricuh, Rabu (24/9). Aksi di Medan sama dengan di banyak daerah di Indonesia, yaitu menolak UU KPK hasil revisi dan RUU KUHP.

Viral di media sosial, diduga seoarang peserta aksi dari mahasiswa (mengenakan jas hijau) dipukuli dan diinjak oleh oknum berpakaian polisi di halaman dalam Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan.

Ketua Yayasan Rumah Konstitusi Indonesi (YRKI) Amir Hamdani Nasution mengaku sangat menyayangkan kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap mahasiswa.


Menurutnya, aksi itu menciderai kebebasan berpendapat yang telah dijamin konstitusi. Apalagi, tindakan kekerasan oknum kepolisian tersebut sudah berulang-ulang terjadi di depan Gedung DPRD Sumut.

"Hal ini mengingatkan kita pada tindakan kekerasan oknum polisi terhadap mahasiswa dalam aksi unjuk rasa 20 September 2018 di tempat yang sama (momen pilpres)," kata Amir kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (25/9).

Jadi jelas dia, kejadian seperti ini seakan menyampaikan pesan bahwa tindakan kekerasan oleh aparat adalah sesuatu hal yang dibenarkan dalam menghadapi warga negara yang sedang menyampaikan aspirasi dan tuntutan.

"Padahal, tindakan kekerasan aparat tersebut tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun," tegas Amir.

Dengan demikian, YRKI menyampaikan tiga sikap terhadap tindakan kekerasan aparat kepolisian. Pertama, mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oknum polisi terhadap mahasiswa/warga negara yang sedang berunjuk rasa.

Kedua, meminta kepada Propam Polri agar mengidentifikasi lebih lanjut oknum polisi yang melakukan tindakan kekerasan kepada pengunjuk rasa. Ketiga, meminta kepada Komnas HAM dan Kompolnas harus mengusut tindakan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian tersebut dengan sesegera mungkin.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya