Berita

Mahasiswa saat aksi di DPR/RMOL

Politik

Ketua BEM UGM: Gelombang Protes Mahasiswa Bukti Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

RABU, 25 SEPTEMBER 2019 | 02:30 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Gelombang protes mahasiswa merespons pengesahan revisi UU KPK dan pembahasan RUU KUHP dan RUU lainnya merupakan kegelisahan publik bahwa negara Indonesia saat ini dalam kondisi tidak baik.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Atiatul Muqtadir menegaskan bahwa aksi yang dilakukan oleh elemen mahasiswa di berbagai kota adalah gerakan moral dan intelektual.  

"Bukan karena ditunggangi, tapi kegelisahan sehingga kita turun sebagai gerakan moral dan intelektual," demikian kata Atiatul saat hadir di acara Indonesian Lawyers Club, Selasa (24/9) malam.


Lebih lanjut mengungkapkan, seluruh mahasiswa bersepakat tidak hanya menolak RUU KUHP, revisi UU KPK dan beberapa regulasi lainnya. Atiatur menyatakan, mahasiswa menginginkan hukum di Indonesia menghasilkan aturan yang responsif bukan represif dan merugikan rakyat.

"Kedepannya bagaiaman dunia demokrasi menghasilkan hukum yang responsif bukan represif, kenapa karena hukum yg represif akan menghasilkan suatu jurang dalam sistem sosial antara kehendak pemerintah dan rakyatnya," tandasnya.

Atiatur juga meminta pemerintah menyadari bahwa gelombang protes mahasiswa di berbagai kota di Indonesia adalah bukti bahwa Indonesia saat ini sedang dalam kondisi tidak baik dan menjauh dari prinsip demokratis.
 
"Mosi tidak percaya  yang dihadirkan di Gejayan memanggil, Solo melawan dan daerah lainnya jangan dipandang biasa saja. Ini adalah kegelisahan publik, bahwa negara ini sedang tidak baik-baik saja dan tidak dikelola sesuai prinsip demokratis," pungkasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya